banner 728x90

Walau Diprotes Rakyat Proyek Kawah Ijen Tetap Jalan Terus

banner 468x60

BANYUWANGI, INDEPNEWS.Com – Pelaksanaan pembangunan pendopo dan toilet di kawasan puncak Ijen, kini benar – benar menimbulkan keresahan baik itu petani, mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat maupun warga masyarakat Banyuwangi menganggap BBKSDA telah melakukan pengerusakan alam, Jumat (10/11).

Protes penolakan petani, warga masyarakat maupun beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di kabupaten Banyuwangi, puluhan petani dan warga masyarakat desa tamansari mendatangi area parkir Paltoding kecamatan Licin lakukan protes dan penolakan dengan berunjukrasa serta orasi penolakan kegiatan proyek pembangunan pendopo dan Toilet yang berada dikawasan puncak ijen, Rabu (8/10).

Penolakan yang dilakukan warga masyarakat karena Kawah Ijen saat ini merupakan destinasi wisata kebanggaan warga masyarakat Banyuwangi.

Bahkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 agustus Banyuwangi juga menentang keras keberadaan proyek pembangunan di Puncak Ijen yang menurut BEM mahasiswa UNTAG Banyuwangi, Kawah Ijen sudah diakui dunia akan keindahan dan keaslian alamnya.

BEM UNTAG Banyuwangi, Kamis (9/11) kemarin melakukan demo protes penghentian proyek pembangunan pendopo dan toilet di puncak Ijen dengan mendatangi kantor pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi. BEM UNTAG menuntut agar supaya pembangunan yang saat ini dilakukan BBKSDA Jawa Timur yang sudah merusak alam dan keaslian Puncak Ijen untuk segera dihentikan pembangunannya.

Pendopo dan toilet dianggap telah merubah kealamian puncak Kawah Ijen itu sendiri, ungkap salah satu pendemo ke team media.

Dalam hal ini BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur dalam hal ini Ayu Dewi Lestari menyatakan ke awak media, Rabu (8/11) usai memediasi para pengunjuk rasa di Tamansari area parkir Paltuding kecamatan Lincin Banyuwangi, “Bahwa kegiatan proyek pembangunan pendopo dan toilet di kawasan Puncak Kawah Ijen akan tetap terus dilanjutkan demi untuk keselamatan pengunjung dan wisatawan, karena disamping anggaran sudah ada sejak 2016 dan pengajuan sudah lama sekitar 2014 dan baru terlaksana tahap awal tahun ini 2017 ungkap kepala BBKSD Jawa Timur Ayu Dewi Utari ke awak media, Rabu (8/11).

Keberadaan pendopo dan toilet di puncak Ijen diadakan semata – mata hanya untuk keselamatan wisatawan dan pengunjung di puncak Ijen, pungkas Ayu Dewi Utari tanpa peduli akan keluhan warga masyarakat Banyuwangi.

 

( Iriek )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan