banner 728x90

The Sandri Center of Indonesiaan Institute Siap Mengawal Pemerintahan Anies-Sandi

banner 468x60

JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Pribumi adalah sandang predikat yg tak bisa di lepas pisahkan dalam kehidupan bernegara, bersosial & bermasyarakat. Bilah Bahasa Bang Anies bahwa “Sudah Saatnya Pribumi Jadi Tuan Rumah  di negeri Sendiri” adalah bentuk semangat rekonsiliasi atas berbagai macam komponen politik di bangsa ini terutuma masyarakat jakarta sebagai potret indonesia.

Maka bahasa rekonsiliasi ini adalah bentuk ajakan atas dasar kesadaran primordial bagi setiap warga jakarta dan Indonesia pada umumnya yang mengaku pribumi adalah mereka yang mencintai indonesia sejatinya, bukan sebagai pintu *importir* serta curang *eksportir.* Maka mereka yang mempolitisir ini adalah orang orang yang takut adanya kebangkitan pribumi indonesia.

Tak Paham Soal Apa Itu Rasis

Terlepas dari kesemuan ini ketika ada orang berkata bahwa mereka yang *RASISME* karena menyebut nyebut ‘PRIBUMI’ maka orang ini tidak belajar secara komprehensif dalam teori klasifikasi dan strata sosial.

Ras, suku, etnis dan keyakinan adalah predikat entitas yang tidak bisa dilepas diri setiap diri dari masing masing orang. Contoh “Ketika saya hari ini membakar salah satu mobil di Jakarta maka akan diberitakan bahwa pelakunya adalah orang ambon, karena saya secara sukuisme dari unsur memberi berasal dari ambon”, wajar jika pemberitaan menyebut asal muasal genetika siklusnya saya.

Apakah harus saya mengelak bahwa saya bukan orang ambon. Ataukah orang pernah berkata bahwa yang memberitakan itu Rasis karena membeda bedakan orang berdasarkan suku, ras, dan etnis saya? Jawabannya tentu tidak. Karena berdasarkan faktual biologis secara embrio bahwa saya memang berasal dari Ambon.

Mana ada klasifikasi sosial di hapus dalam kehidupan sosial, jika demikian maka orang miskin harus di bilang orang kaya dan sebaliknya, atau saya yang berdarah ambon harus di bilang sunda, pokoknya aneh aneh dan aneh jika kata PRIBUMI dianggap RASIS.

Lebih lagi setelah Orde Lama Indonesia mengalami disintegratif sosial dalam semua komponen kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka pidato bang ANIES kami dari The Sandri Center Of Indonesian Institute menggapai bahwa.

  1. Pidato gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pribumi adalah semangat rekonsiliasi dalam membangun Jakarta dengan penuh cita & cinta
  2. Sebagai motivasi sosial atas kehilangan semangat kemajuan dan kemajemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  3. Pidato tersebut juga merupakan bentuk oto kritik terhadapnya pergeseran nilai budaya dan sosial indonesia yang hampir hilang di bumi Indonesia
  4. Pidato ini tidak mengandung motif hukum yang bisa di laksanakan karena tidak mengandung unsur ujaran kebencian.

Kenapa Harus Dipidanakan ?

Jika acuan hukumnya adalah UU NO 40 Tahun 2008 maka orang ini harus belajar analisis bahasa hukum dengan benar, lebih lagi berdasarkan struktural hukum di negara ini UUD Lebih tinggi dari produk regulasi lainnya.

Definisi Warga Negara Menurut UUD 1945 Dalam Pasal 26

Pasal 26 yang dikatakan menjadi warga negara adalah sebagai berikut :

  1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara
  2. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia
  3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. Jelas dikatakan yang menjadi warganegara menurut UUD 1945 yang dijelaskan didalam pasal 26 ayat (1) bahwa yang menjadi warganegara adalah orang orang bangsa indonesia asli dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan UU.

Maka itu The Sandri Center Of Indonesian Institute, lembaga yang bergerak pada bidang Sosial, Politik dan pemerintahan ini, akan mengawal pemerintahan Anies-Sandi. Terutama soal pidato anies yang dipolemikkan saat ini tanpa ada pendekatan rosio dari azas logis hukum.

 

Tanda Tangan

(Sandri Rumanama)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan