banner 728x90

Tambang Liar Abaikan Aturan, Warga Berharap Aparat Segera Menindak

banner 468x60

BANYUWANGI, INDEPNEWS.Com – Kegiatan penambangan yang berlokasi di dusun Patoman desa Watukebo Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi – Jawa timur saat ini kondisinya cukup meresahkan warga masyarakat sekitar. Kegiatan penambangan dan diduga akan tidak produktifnya lahan petani, Senin (30/10) kemarin.

Saat tim media mendatangi area penambangan, Faisol selaku orang yang dipercaya pemilik tambang ilegal berinisial Kiki ketika di temui mengatakan, “tambang ini milik Kiki dan setiap hari penjualan kita tiga puluh (30) dam truk dan penjualan satu trucknya tiga ratus lima puluh ribu rupiah (Rp.350.000),dan Kiki baru buka lagi di sebelah area lokasi lama,” ungkap Faisol (45th) tanpa malu ke tim awak media.

Karena kegiatan penambangan ilegal yang dilakukan Kiki berada di dekat kantor desa Watukebo. Tim pewarta melakukan konfirmasi kepihak kepala desa untuk menemui kepala desa terkait aktivitas tambang ilegal milik Kiki yang keberadaanya terkesan ada pembiaran yang dilakukan pihak kepala desa Watukebo terhadap penambangan liar yang merusak tanah persawahan produktif milik warga dusun Patoman desa Watukebo kecamatan Blimbingsari.

Ketika team media berada di kantor desa Watukebo keberadaan kepala desa lagi tidak ada di kantor ungkap salah satu staf desa yang tidak begitu menyenangkan, baik sikap dan prilaku ke te pewarta yang hendak melakukan konfiirmasi akan kegiatan penambangan liar di dusun patoman milik Kikik.

Ketika tim media menemui kepala desa ada salah satu staf desa memberikan informasi, “bahwa pak kades lagi rapat di kejaksaan beserta sekretarisnya juga, monggo jenengan temui langsung pak kepala dusun yang ada di sebelah timur di area kantor desa bersama staf – staf yang lain, karena dia selaku pak wo di area kegiatan tersebut,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi kepala dusun Patoman desa Watukebo mengatakan, “tambang itu milik pak Kiki dan ada dua lokasi di area Patoman. Adanya kegiatan tersebut penambangan telah memberikan kompensasi pasir. Sementara untuk ijin kegiatan penambangan kami gak mau tau ungkap kapala dusun dengan tanpa merasa bersalah dan acuh akan kondisi warga masyarakat yang dilalui truk – truk pasir.

Masyarakat merasa terganggu dan jalan berdebu serta rusak akibat dum truk pembawa matrial pasir lalu lalang di depan rumah warga dusun Patoman yang dia pimpin ungkap salah satu warga dusun Patoman yang tempat tinggalnya hanya beberapa meter dari lokasi penambangan liar dan merusak irigasi pertanian yang ada di patoman saat ini.

Dan pastinya akan berpengaruh buruk bagi kelangsungan hidup petani di dusun Patoman itu sendiri ungkapnya dengan wajah penuh kekecewaan terhadap kepala desa serta kerwat kampung yang telah melakukan pembiaran dan terkesan dengan sengaja menghancurkan mata pencaharian petani di dusun Patoman desa Watukebo kecamatn blimbingsari.

 

( Ar/Tim )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan