banner 728x90

Sengketa Batas di Dusun Cobbuk Diduga Dipicu oleh Akte Abal – Abal

banner 468x60

SITUBONDO, INDEPNEWS.Com – Akte jual beli tanah milik Madina warga dusun Cobbuk desa Cora Tatal kecamatan Arjasa diduga mesterius, karena itulah sampai saat ini menimbulkan terjadinya sengketa batas antara tanah tegal milik Madina dengan tanah tegal milik Pak Misnawar.

Madina bersikeras mengakui tanah yang batasnya melampaui tanah milik P. Misnawar karena mengacu kepada akte jual-beli yang penerbitannya dibantu oleh mantan sekdes Cora Tatal (Sus) dan PPAT Kecamatan Arjasa (Joko), walaupun gambar di akte jual beli tidak sama dengan apa yang diakui Madina.

Sangat ironis sekali permasalahan yang dihadapi keduanya yang tak seharusnya berkepanjangan, karena di kerawangan desa dan akte yang sudah muncul gambarnya sama akan tetapi kenapa aparatur desa dan polsek Arjasa masih memberi ruang atau peluang kepada Madina untuk mengklem ke petak yang lainnya.

Seharusnya pihak desa Cora Tatal dan PPAT kecamatan Arjasa harus bertanggungjawab atas apa yang sudah diterbitkan, karena penerbitan akte harus melalui mekanisme mulai silsilah waris dan batas – batas tegal lain yang bersebelahan.

Dalam artian apabila tanah akan dimunculkan mulai dari ahli waris  semuanya harus bertanda tangan dan batas – batasnya sudah disepakati oleh pemilik yang bersebelahan.  Dalam hal ini  pihak desa dan PPAT Kecamatan Arjasa tidak melalui prosedur yang ada. Suatu misal melengkapi tanda-tangan semua ahli waris, mengadakan pengukuran yang disaksikan perangkat juga melibatkan pemilik tanah tegal yang bersebelahan.

Kus Fajar Yanto dari Media Trend Cakrawala menyatakan, “saya tidak akan tanggung – tanggung mengawal kasus ini sampai selesai, karena permasahan ini sudah jelas dipicu oleh surat yang diduga penerbitannya abal- abal dan saya tidak akan segan segan melaporkan pihak – pihak yang berkompeten melakukan kecurangan atau cenderung ke salah satu pihak,” pungkasnya dengan tegas.  

Yang  paling tragis dan juga dibilang lucu akte yang terbit tahun 2007, kini dicabut oleh pihak PPAT Kecamatan saudara Joko. Hal ini disampaikan oleh Madina kepada salah satu Kaur dan juga kepada aktifis LSM Teropong. Tindakan yang sangat gegabah dari seorang PPAT  kecamatan, karena kasus ini sudah ditangani oleh Polsek, kenapa kok baru mengadakan upaya penggagalan akte dari pihak desa dan PPAT Kecamatan mau menghindar dari kesalahan yang diperbuat sendiri.

Sampai berita ini ditayangkan, permasalahan yang ditangani Polsek Arjasa belum selesai dan sepertinya akan menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar dan akan melibatkan beberapa pihak yang akan terlibat.

 

( Rahman/Mwd )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan