banner 728x90

Polres Karo Amankan 3 Tersangka Penebangan dan Pengangkutan Kayu di Kawasan Hutan Negara  

banner 468x60
Spread the love

TANAHKARO, SUMUT, INDEPNEWS.Com – Setelah dilakukan penangkapan terhadap 3 orang yang diduga sebagai pelaku yang telah melakukan tindak pidana perkara penebangan & pengangkutan kayu jenis Ndokum dan diduga berasal dari Hutan Negara, serta dengan tanpa memiliki ijin dokumen dari poejabat yang berwenang.

Ke 3 orang tersebut diamankan pada 27 Januari 2018, sekira pukul 18.00 Wib di Jalan Lau Kawar desa Kuta Gugung Kec. Namanteran Kabupaten Karo, dengan inisial :

  1. FS, sebagai Penebang Kayu.
  2. UG, selaku pemilik / pembeli kayu dari lahan milik JS.
  3. ABS, selaku supir truck kingkong.

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter ) Polres Karo telah melakukan chek TKP (Tempat Kejadian Perkara) terkait dugaan tempat perkara penebangan & pengangkutan kayu jenis Ndokum yang diduga berasal dari Hutan Negara RI, serta menghadirkan pihak tenaga ahli dari Unit KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah XV Kabanjahe.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Karo Melalui Kanit Tipidter A Nainggolan, kronologi dan Hasil pelaksanaan tugas di TKP, bahwa oleh FS, (selaku penebang pohon) menunjukkan Bonggol / Tungkul sebanyak 4 batang (bekas penebangan pohon kayu) yang diangkut di atas 1 unit mobil truck kingkong warna biru tanpa nomor polisi, sebanyak 8 batang / potong.

Kemudian Nirwan Ginting, SP dari Unit KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah XV Kabanjahe melakukan pengambilan titik titik koordinat diatas bonggol / tungkul kayu dengan mempergunakan 1 unit GPS map 60CSx merk Germin dengan masing-masing titik koordinat :

  1. N : 03″ 11″ 34,0″ E : 098″ 23″ 36,7 (bonggol/tungkul kayu 1)
  2. N : 03″ 11″ 34,5″ E : 098″ 23″ 37,0″ (bonggol/tungkul kayu 2)
  3. N : 03″ 59″ 48,8″ E : 098″ 23″ 35,6″ (bonggol/tungkul kayu 3)
  4. N : 03″ 11″ 32,7″ E : 098″ 23″ 35,5” (bonggol/tungkul kayu 4)
  5. N : 03″ 11″ 33,8″ E : 098″ 23″ 36,8” (bonggol/tungkul kayu 5)

Setelah titik kordinat diambil, maka selanjutnya dilakukan kordinasi dengan pihak Balai Pemantaban Kawasan Hutan, (BPKH) Wilayah 1 Medan guna dilakukan plot terhadap titik kordinat dengan Peraturan Menteri Kehutanan ( Permenhut) yang tertuang di dalam SK No 579 tahun 2014. Dan ternyata lokasi penebangan kayu tersebut masuk kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Nirwan Ginting, SP juga melakukan pengechekan terhadap kayu bulat sebanyak 8 batang diatas mobil truck kingkong tesebut untuk menentukan jenis kayu, serta ukuran dan volume.

Barang bukti (BB) yang telah diamankan di mapolres Karo berupa :

– 1 Unit mobil truck kingkong warna biru tanpa no.pol.

– 8 Batang kayu bulat jenis ndokum dengan panjang 5 Meter.

– 1 Unit mesin Chsinsaw warna orange.

Maka dari itu, siapapun dengan setiap melakukan penebangan di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas harus memiliki izin dari Menteri Kehutanan, sedangkan pelaku sama sekali tidak ada memeliki izin.

Rencana dari tindak lanjut perkara ini akan Melakukan wawancara terhadap Nirwan Ginting, SP (selaku ahli yg membidangi jenis kayu, ukuran, volume kayu dan titik koordinat ) untuk dilakukan pengklopan di dalam peta, apakah lokasi tempat penebangan tersebut masuk atau diluar kawasan Hutan Negara.

Serta melakukan Penerbitan Laporan Polisi dan melakukan gelar perkara guna peningkatan status dari lidik ke sidik, hingga menuntaskan proses perkara.

 

( Jn-Red )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan