banner 728x90

Pemkot Bakal Realisasikan Kampung Pendidikan di Seluruh RT

banner 468x60

KEDIRI, INDEPNEWS.Com – Pemkot bakal merealisasi kampung pendidikan serentak di setiap rukun tetangga (RT). Makanya dinas pendidikan (disdik) berencana mengeluarkan aturannya melalui instruksi wali kota. Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK) pun mendukung program tersebut.

“Sangat mendukung jika akan dibuat instruksi wali kota terkait kampung pendidikan,” terang Heri Nurdianto, ketua DPKK, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, hal ini selaras dengan pendidikan penguatan karakter (PPK) yang digagas pemerintah. PPK memang masuk kurikulum pendidikan formal, baik di tingkat SD maupun SMP. Meski demikian, karakter anak akan lebih dominan dibentuk di lingkungan rumah.

“Waktu berada di sekolah jauh lebih pendek dibandingkan di rumah sehingga pengondisian lingkungan rumah menjadi penting,” tambahnya.

Dengan instruksi wali kota, Heri berharap, setiap kampung dan lingkungan rumah lebih terkondisikan. Setiap pukul 16.00 hingga pukul 19.00 WIB anak tidak berkeliaran di luar dan lebih memilih berkumpul dengan keluarga. “Jam-jam tersebut adalah waktu untuk keluarga atau belajar di rumah,” bebernya.

Memang saat ini pemkot menginstruksikan tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa. Sebab kegiatan belajar tidak hanya mengerjakan PR. Bisa juga review pelajaran atau mengaji. Bisa pula mengembangkan hobi. “Intinya anak menjadi lebih terkondisi dengan aktivitas di rumah. Tidak berkeliaran tanpa pengawasan,” tegas Heri.

Nantinya instruksi itu diberikan pada seluruh lurah dan camat. Tidak hanya berlaku di kelurahan yang dijadikan pilot project kampung pendidikan. Seperti di Kelurahan Kampungdalem, Sukorame maupun Tosaren saja. “Nantinya akan diinstruksikan kepada seluruh ketua RT untuk mengondisikan lingkungannya masing-masing,” tandasnya.

Meski berupa instruksi dari atas, Heri mengatakan, peran aktif dari bawah juga sangat dibutuhkan. Ini agar program kampung pendidikan bisa berjalan. Pasalnya, perlu kerja sama seluruh pihak demi merealisasikannya. Termasuk komitmen setiap keluarga di lingkungan tersebut.

“Program ini sangat dipengaruhi dari seberapa besar antusiasme warga dan kerja sama yang terjalin di tingkat bawah,” terangnya.

Apa konsekuensi bagi RT yang tidak melaksanakannya? Heri menyatakan, harus ada mekanisme tersendiri untuk menentukan sistem punishment. Disesuaikan dengan kesepakatan yang dibuat antarwarga. Sehingga nantinya program tersebut bisa dijalankan secara bertahap tanpa membebani warga. “Harapannya tujuan dari program ini bisa dicapai dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Kediri Siswanto menjelaskan, instruksi wali kota tentang kampung pendidikan diperlukan. Apalagi saat ini Pemerintah Pusat sedang menekankan pendidikan karakter di seluruh elemen, baik melalui lembaga formal maupun informal.

“Harapannya kampung pendidikan ini bisa berjalan dan menunjang pelaksanaan pendidikan di formal,” tuturnya.

 

(rk/dna/die/JPR)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan