banner 728x90

Oktober 2017 Kalbar Diperkirakan Akan Alami Deflasi

banner 468x60
Spread the love

PONTIANAK, INDEPNEWS.Com – Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indoesia Kalimantan Barat Dwi Suslamanto mengatakan, naiknya harga beberapa jenis rokok dan sawi hijau menjadi pemicu inflasi Kalimantan Barat di bulan September 2017.

“Setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), secara umum peningkatan pada tingkat harga barang dan jasa masih terjadi di Kalimantan Barat. Realisasi inflasi Kalimantan Barat pada September 2017 tercatat sebesar 0,32% (mtm) atau 4,70% (yoy). Inflasi Provinsi Kalimantan Barat pada September 2017 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historisnya dalam tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar -0.20% (mtm). Hal ini tidak terlepas dari peningkatan harga beberapa jenis rokok serta komoditas sayuran seperti sawi hijau dan kangkung. Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kalimantan Barat selama Januari-September 2017 mencapai 4,07% (ytd) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2017 yaitu sebesar 4±1%,” ujar dia pada Rabu (04/10)

Dirinya memaparkan, berdasarkan komoditasnya – komoditas yang memberikan andil terbesar pada inflasi Agustus 2017 adalah sawi hijau, rokok kretek filter, rokok kretek, teh manis dan kangkung. Meskipun kelompok volatile foods (VF) secara umum tercatat mengalami deflasi sebesar -0,25% (mtm), namun angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata secara historis selama tiga tahun terakhir yaitu sebesar -1,62% (mtm).

“Komoditas utama VF yang mengalami koreksi harga pada bulan ini utamanya adalah komoditas sawi hijau, daging babi, kangkung, jeruk dan minyak goreng. Peningkatan harga pada komoditas sawi hijau dan kangkung disebabkan karena terhambatnya pasokan akibat kondisi cuaca satu bulan terakhir. Sementara itu, kenaikan harga daging babi, jeruk, dan minyak goreng disinyalir terjadi sebagai dampak pelaksanaan puncak perayaan Sembahyang Kubur yang jatuh pada awal September. Di sisi lain, kembali normalnya pasokan daging ayam ras berdampak pada penurunan harga daging ayam ras yang menjadi faktor penahan laju inflasi pada komoditas VF. Selain itu, koreksi harga pada bawang merah, cabai rawit, ketimun, dan udang basah juga turut menjadi penahan laju inflasi pangan,” papar dia

Sementara itu kata dia, tekanan inflasi kelompok komoditas core (inti) mengalami penurunan terhadap inflasi September 2017. Kelompok komoditas inti tercatat mengalami inflasi 0,26% (mtm), lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi inti dalam 3 tahun terakhir yang sebesar 0,43% (mtm). Komoditas inti yang mengalami koreksi harga pada bulan ini utamanya adalah harga teh manis, cabai merah kering, kursi, nasi dengan lauk. Selain itu kenaikan harga emas perhiasan sebagai akibat tren peningkatan harga emas dunia pada September juga ikut berkontribusi terhadap inflasi inti. Adapun penurunan harga sotong, buku pelajaran SMP, gula pasir, keramik serta obat dengan resep menahan inflasi pada kelompok inti.

“Inflasi kelompok administered prices (AP) pada bulan September 2017 meningkat tajam. Inflasi pada kelompok ini tercatat sebesar 1,03% (mtm), melonjak dibandingkan deflasi bulan lalu yang sebesar 2,04% (mtm). Kenaikan harga beberapa jenis rokok akibat kenaikan cukai sebesar 8,9% mulai September oleh pemerintah menjadi penyebab utama melonjaknya inflasi kelompok ini. Selain itu, kembali naiknya harga tiket angkutan udara setelah terkoreksi cukup dalam di bulan sebelumnya juga mendorong inflasi AP. Pelaksanaan puncak perayaan Sembahyang Kubur dan Idul Adha yang jatuh pada awal September lalu disinyalir menjadi penyebab kenaikan harga tiket angkutan udara. Di sisi lain, tidak adanya komoditas AP yang mengalami deflasi juga menyebabkan laju inflasi komoditas AP pada September menjadi tidak tertahankan,” ucap dia.

Dirinya menjelaskan,hingga akhir tahun, tekanan inflasi Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan akan meningkat. Namun demikian, pada Oktober 2017 Kalimantan Barat diperkirakan akan mengalami deflasi seiring dengan telah berlalunya perayaan hari besar keagamaan. Koordinasi pengendalian inflasi semakin diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko khususnya menjelang musim penghujan yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dari kelompok komoditas VF. Selain itu, risiko peningkatan tariff, “Angkutan udara akibat penghentian sementara salah satu maskapai
udara oleh Pemerintah juga perlu untuk dimitigasi. Berdasarkan pemantauan pola historis selama empat tahun terakhir (2012-2016), tekanan inflasi Oktober terutama bersumber dari potensi risiko inflasi beberapa komoditas seperti jeruk, gula pasir biaya tukang bukan mandor dan angkutan udara,” jelas dia.

Dirinya menerangkan, dalam mencermati tentang masih tingginya factor risiko dan tantangan dalam pengendalian inflasi yang dihadapi, koordinasi TPID se-Provinsi Kalimantan Barat akan terus diperkuat dan difokuskan terutama dalam rangka memitigasi risiko kenaikan harga melalui terjaganya stok serta kelancaran distribusi bahan pangan strategis. Berbagai langkah pengendalian inflasi terus dilakukan seperti peningkatkan produksi komoditas, memastikan kecukupan stok komoditas pangan melalui peninjauan langsung ke pasar tradisional (khususnya sawi hijau dan jeruk), memperpendek jalur distribusi lewat program Rumah Pangan Kita, serta terus mengelola ekspektasi konsumen melalui optimalisasi pemantauan harga komoditas pokok dengan memanfaatkan informasi digital seperti PIHPS (tingkat nasional), PIPHS Enggang (tingkat provinsi) serta GENCIL (Kota Pontianak).

“Selain itu, TPID juga akan berkoordinasi dengan beberapa maskapai penerbangan untuk menjajaki kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan rute Pontianak-Ketapang, khususnya untuk mengisi slot penerbangan yang terbuka akibat penghentian sementara operasional salah satu maskapai angkutan udara oleh Pemerintah akhir bulan lalu,” tutup dia.

(Viky / JD)

banner 468x60
author

Penulis: 

2 Respon

  1. author

    Guestwhilk4 minggu ago

    guest test post
    [url=http://gdhyuei23kol.com/]bbcode[/url]
    html
    http://gdhyuei23kol.com/ simple

    Balas

Tinggalkan Balasan