banner 728x90

Layanan Lahir Procot Bawa Akte RSUD Blambangan Dapat Emas

banner 468x60

BANYUWANGI, INDEPNEWS.Com – Persatuan Managemen Mutu indonesia (PMMI) Menilai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi yang memiliki Program pelayanan yang bagus utamanya Lahir Procot Bawa Akte, Selasa (7/11).

PMMI menilai RSUD blambangan layak menjadi perwakilan RSUD seindonesia menjadi peserta di Acara International Convention On Quality Control Circles (ICQCC) okada manila, paranaque city, metro manila Filipina yang diadakan pada tanggal 24-26 oktober diikuti oleh 13 Negara diantaranya Jepang, Cina, Malaysia, Thailand, Taiwan, Singapura, Korea, india dan negara – negara lain juga turut serta dalam acara ICQCC Manila, Filipina 2017.

Dinilai memiliki pelayanan publik yang bagus, Quality and Productivity Association of the Philippines (QPAP) menganugerahi EMAS terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi Ungkap dr Taufik Hidayat selaku Direktur di RSUD Blambangan Banyuwangi Jawa Timur.

Adapun Penghargaan Emas tersebut diberikan atas program pelayanan ‘Lahir Procot Pulang Bawa Akta’ pungakas H.Taufik kepada team media minggu 5/11.

“Saat itu, di hadapan Chairman ICQCC, Anthony B. San Mateo dan Presiden QPAP, Juhie S. Mayo serta peserta forum dari berbagai negara, saya memaparkan tentang Lahir Procot Pulang Bawa Akta dalam bahasa Inggris Bahkan dalam pemaparan kami team juga mengenakan pakaian adat banyuwangi ungkap H.Taufik penuh syukur atas diraihnya penghargaan ini.

Adapun team RSUD Blambangan mempersiapkan kurang lebih 6 bulan lamanya untuk merubah presentasi dalam bentuk bahasa inggris, syukur alhamdulilah ternyata membuahkan hasil yang cukup menggembirakan dan bahkan RSUD Blambangan Banyuwangi tidak kalah bersaing dengan negara – negara peserta lainya ungkap Pak Haji (panggilan dr taufik).

Tim RSUD Blambangan terdiri atas 8 orang. Rinciannya 3 bidan, 3 perawat, seorang fasilitator dan Taufik sendiri sebagai direktur RSUD Blambangan yang memaparkan tentang program tersebut.

Untuk penilaiannya dr Taufik, Mengungkapkan “mulai dari manajemen rumah sakit, kualitas pelayanan minimal harus mendapatkan poin 85. Persaingan dengan negara lain berlangsung sangat ketat seperti Jepang, Cina, Thailand, Taiwan, Korea, Singapura, Filipina, Malaysia, India dan negara-negara lainnya. Di samping RSUD Blambangan, delegasi Indonesia  lainnya yang juga bersaing ketat adalah PT.  Semen Indonesia, PERURI, dan Puskesmas Koja Jakarta.

Menurut PMMI, manajemen yang dilakukan RSUD Blambangan secara teratur dan berkesinambungan  ternyata diakui sebagai manajemen yang bagus untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Untuk pesertanya tidak semua berasal dari rumah sakit, karena ada juga perusahaan dari Jepang, dan yang dinilai adalah manajemen yang telah dikerjakan di tiap-tiap perusahaan atau rumah sakit. Itu dilakukan  dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga program tersebut masuk dalam kategori kelompok yang diberi nama  QCC.

Karena lahir procot pulang bawa akta ini tidak hanya inovasi saja, melainkan inovasi yang dilanjutkan dengan perbaikan yang berkesinambungan. Itu dua poin yang menjadikan kami keluar sebagai pemenang,” pungkas dr H Taufik dengan penuh haru dan bangga ke team media.

 

( Iriek )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan