banner 728x90

Korjaskon Jatim : Dunia Kontruksi Tercoreng Lagi !!

banner 468x60

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Ketua harian Korjaskon (Konsorsium Jasa Konstruksi) Jawa Timur Wahyu Widi Sasongko mengatakan bahwa SOP dan K3 perusahan jasa konstruksi wajib di jalankan oleh setiap perusahaan jasa kontruksi, Peristiwa jatuhnya pagar atau parapet proyek MRT (Mass Rapid Transit) yang berada di Jl Wijaya, Jakarta Selatan. Beton terjatuh saat proses pengangkatan pada Jumat (3/11) malam menambah peristiwa buruk dunia kontruksi. Diduga peristiwa tersebut karena kelalaian perusahaan yang tidak menerapkan SOP dan K3 dengan baik sehingga kejadian tersebut mengakibatkan pengendara motor luka ringan karena tertimpa beton.

Sebelumnya peristiwa Girder flyover tol Pasuruan-Probolinggo ambruk dan mengakibatkan 1 orang meninggal dan 2 orang mengalami luka. Diduga Perusahaan dan vendor subkontraktor juga tidak melakukan dan menjalankan standart operational procedure (SOP) dan K3 .

“Sebaiknya setiap proyek kontruksi melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko (IBPR), Itu penting untuk mengetahui mana risiko tinggi dan mana yang tidak (sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja). Dengan adanya peristiwa kelalaian perusahaan tersebut diharapkan pemerintah lebih ketat dalam pengawasan proyek serta mengeluarkan sanksi yang sama kepada perusahaan jasa kontruksi besar dan kecil serta menindak tegas kepada perusahaan jasa konstruksi yang lalai, ceroboh dalam menjalankan pekerjaan kontruksi .Setiap perusahaan jasa konstruksi diwajibkan lebih memperhatikan dan menjalankan SOP dan K3 agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang” Kata Wahyu Widi Sasongko ketua harian Korjaskon (Konsorsium Jasa Konstruksi) Jawa Timur.

Dalam peristiwa Girder flyover tol Pasuruan-Probolinggo yang ambruk, sebenarnya PT.Waskita Karya punya panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3). PT.Waskita Karya sudah menjalankan sistem manajemen K3. Tapi yang bekerja dalam proyek tersebut bukan Waskita Karya saja, ada beberapa vendor subkontraktor yang bekerja dan di duga vendor subkontraktor tersebut tidak melaksanakan SOP dan K3 dan tidak bisa menunjukkan surat izin pengujian alat berat crane. Selain itu, diduga ada kekurangan lainnya dalam melaksakan SOP keselamatan dan kesehatan kerja. Seperti, tidak ada alat pelindung diri bagi pekerja di ketinggian.

Asosiasi dan perusahaan jasa konstruksi yang tergabung dalam Korjaskon (Konsorsium Jasa Konstruksi) Jawa Timur mewajibkan SOP dan K3 harus benar benar dijalankan oleh pengurus dan anggota yang tergabung dalam Korjaskon (Konsorsium Jasa Konstruksi) Jawa Timur.

Berikut Asosiasi yang tergabung dalam Korjaskon Jatim adalah :
1. ASTAKONI, Ketua : Wahyu Widi Sasongko
2. AKSI, Ketua : Sugeng Hariyanto
3. ASPERKONI, Ketua : Didit E.Soetjahjo
4. AKOINDO, Ketua : Gunarko
5. ARKINDO, Ketua : Teguh Suprayogi
6. ASPEKONI, Ketua : Dian Nasrul Arifin
7. ASKKRINDO, Ketua : Agus S

 

( Dbn / Wahyu )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan