banner 728x90

KJS Gelar Festival Busana Unik Tampilkan Karya Spektakuler  

banner 468x60

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi lepas vestival busana unik (Foto : Adi)

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Sebanyak 35 peserta festival busana unik dalam gelaran event Jalan Sehat Spektakuler mempertontonkan karya desain baju teruniknya untuk meraih juara 1 dan mendapatkan hadian utama 1 unit sepeda motor, minggu 12 november 2017.

Kegiatan tersebut, diselenggarakan oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi di depan mesjis jamik sumenep.

Ketua Panitia, M Hariri menjelaskan sebelum pelepasan festival busana unik, terlebih dahulu di berangkatkan ribuan peserta jalan sehat bersama lansia dan disabilitas. Selanjutnya, peserta busana dilepas juga, berjalan menmamerkan busana teruniknya hingga di garis finis.

“Peserta busana unik berjalan hingga finis  di sebelah utara pasar minggu tepatnya simpang empat jalan KH Mansur Desa Pangarangan, dalam perjalan itu, juri memberikan penilai terhadap peserta terunik,” ujarnya. Minggu (12/11/2017).

Bu Wabup Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, Didampingi Kepala Disparbudpora, Sufianto Saat serahkan Hadiah ke Pemenang Peserta Festival Busana Unik.

Lanjut, Hariri peserta usai sampai di garis strart masih menampilkan performan dengan mengelilingi tugu di simpang empat sambil menarik perhatian ribuan warga yang melihatnya.

Selain itu, dituturkan Hariri, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian awak media terhadap potensi pariwisata. Terlebih Sumenep akan menyambut tahun visit 2018. Dia berharap kegiatan tersebut berdampak positif para perkembangan pariwisata.

“Inilah bentuk kepedulian teman-teman jurnalis. Kami bukan hanya memberikan kritik konstrukstif bagi pemerintah, tapi kami juga ikut berkarya. Dan ini merupakan pertama kali di Sumenep, dan hadianya 1 unit sepeda motor,” tuturnya.

Untuk konsep busana sengaja menggunakan bahan-bahan alami, dan harus menonjolkan ciri khas daerah. Diantaranya, menggunakan bahan dasar batik Sumenep, daun siwalan, serabut kelapa janur dan rumput serta aksesoris keris.

“Untuk penilaian ke peserta dari juri, memperhatikan ketepatan bahan, keindahan busana dan kreatifitas desain busana,” imbuhnya.

Sementara Kepala Disparbudpora Sumenep, Sufianto, mengungkapkan kegiatan itu merupakan embrio Etnik Fashion Carnival 2018. Katanya, pemerintah daerah merasa terbantu untuk menyukseskan visit Sumenep 2018 dengan event tersebut.

“Saya tidak menyangka kegiatan ini akan spektakuler. Ini di luar dugaan saya,” katanya.

 

(Adi/Tris/Inc)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan