banner 728x90

Grand Final Duta Wisata Sumenep 2017, Empat Gadis Desa Borong Juara

banner 468x60
Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Pemilihan duta wisata Sumenep 2017 yang digelar  Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sejak beberapa hari lalu, ternyata mampu mengangkat potensi yang dimiliki oleh gadis – gadis desa.

Terbukti, pada, Sabtu (18/11) malam, juaranya ternyata gadis-gadis dari pelosok desa.

Penentuan juara duta wisata tersebut diketahui, setelah tim penilai yang terdiri lima orang juri, melakukan penilaian dengan sistem terbuka meliputi : Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Bahasa Inggris, Pengetahuan umum dan pariwisata serta body language plus fashion.

Dan hasilnya, gadis asal Dusun Batu Bintang, Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Sumenep mampu mengumpulkan nilai tertinggi dari lima finalis lainnya.

Gadis tersebut adalah Ummul Khair, kelahiran Sumenep, 9 September 1995 dengan tinggi badan 155 cm dengan berat 42 kg.

Atas prestasinya, Ummul Khair mendapatkan uang pembinaan, piala, dan sertifikat, juga berhak menerima Piala Bergilir Bupati Sumenep.

Juara kedua, Khalilatur Rahmah. Gadis kelahiran Sumenep, 18 Februari 1996, berasal dari Dusun Andun, Desa Poteran (kepulauan Poteran), Talango, Sumenep. Ia yang akrab disapa Liela memiliki tinggi badan 163 cm dan berat 50 kg.

Juara ketiga juga jatuh pada gadis yang dibesarkan di Dusun Malaka, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Ia adalah Waqi’ah kelahiran Sumenep, 24 Juni 1994 yang memiliki tinggi badan 160 cm dan berat 52 kg.

Juara Favorit, diraih Anita Rosamia. Gadis kelahiran Sumenep, 16 September 1997 ini, berasal dari Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto, Sumenep. Ia yang akrap disapa Anita memiliki tinggi badan 165 cm dan berat 53 kg.

“Semua juara mulai dari satu, dua dan tiga serta favorit, diborong gadis – gadis dari desa,” kata Moh Hartono, Ketua Forwapar Sumenep, Minggu (19/11/2017).

Sementara dua finalis dari enam finalis yang grand final, tersingkir. Namun, tetap mendapatkan uang pembinaan dan libur bersama ke Yogyakarta.

Kedua finalis itu, adalah Andi Firmansa kelahiran Sumenep, 4 November 1996, warga Jl. Tambak Sari, Desa Gung-gung, Kecamatan Batuan, Sumenep dan Muhammad Syahied Hidayatullah kelahiran Sumenep, 7 Januari 1995, Jl. Saluran Air, Gg IV, Pamolokan, Sumenep.

 

(Mols/Put/diens)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan