banner 728x90

Dokter Profesional Sudah 5 Tahun Buka Praktik Kesehatan Tanpa Berbekal SIP

banner 468x60
Spread the love

BANGKALAN, INDEPNEWS.Com – Sesuai Permenkes Nomor 37 pasal 3 ayat 1 tahun 2017, setiap membuka praktik layanan kesehatan wajib memiliki (SIP) Surat Izin Praktik kesehatan sesuai ketentuan.

Sebut saja dokter dr. Ismail mengadakan praktik pelayanan kesehatan di desa Pamorah dengan fasilitas pelayanan alakadarnya yang dikelolanya. Dia mengaku, “saya sudah lama buka praktik mulai sekitar tahun sembilan puluhan, saya sudah buka praktik di sini sampai saat ini tahun 2017. Masalah izin sudah lima 5 tahun tidak ada,” tuturnya.

Lanjutnya, “kalau mau memberitakan masih banyak para medis yang belum mahir ilmunya mengadakan praktik, kalau saya seorang dokter tentu lebih legal daripada mereka,” terangnya.

Setelah awak media menanyakan, “para medis mana yang bapak dokter maksud?” dr. Ismail menjawab, “saya tidak mau tau urusan mereka itu haknya mereka,” jawabnya pada awak media.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, H. Muzakki saat diklarifikasi oleh awak media terkait praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dr. Ismail di desa Pamorah. Kadinkes Bangkalan menjawab, “saya tidak tahu adanya praktik pelayanan kesehatan di Desa Pamorah Kecamatan Tragah tersebut. Kalau itu tidak sesuai aturan nanti saya kirim anggota saya untuk mengirim surat teguran untuk pemberhentian pengadaan praktik pelayanan kesehatan di situ,” jawabnya.

Permenkes RI Nomor 2025/MENKES/X/2011 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Pasal 6 : pemberian pelayanan kesehatan sebagaimana di maksud Ayat ( 1 ) huruf A dan B harus diberitahukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten.

Selanjutnya, Ibu Yani selaku istri dari dr. Ismail sekaligus menjabat sebagai Kepala Puskesmas Burneh (Kapus Burneh) Kabupaten Bangkalan, saat diklarifikasi awak media terkait laporan dan pemberitaan serta temuan praktik pelayanan kesehatan tanpa SIP yang di lakukan oleh dr. Ismail di desa Pamorah Kecamatan Tragah. Ibu Yani menjelaskan, “ya monggo kalau mau melaporkan, tetapi jangan tebang pilih, semua para medis kalau perlu dilaporkan juga,” jelasnya.

Yang kami, awak media temukan sementara ini yaitu tentang keberadaan dr. Ismail yang beroperasi dan mengadakan praktik pelayanan kesehatan sudah 5 tahun tanpa memiliki SIP. “Maaf Pak itu bukan wewenang saya selaku Kepala Puskesmas, tetapi perlu diketahui kalau dokter itu lebih legal (walau tanpa SIP) daripada perawat. Apalagi pengobatan alternatif yang lain sepert tukang gigi misalnya yang sama sekali tidak punya kompetensi secara keilmuannya,” jawabnya .

Yang terakhir menurut Kepala Desa Pamorah, H. Nai selaku pimpinan dan penanggungjawab di desa Pamorah saat dikonfirmasi oleh awak media terkait praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dr. Ismail. Menurut H. Nai, “sampai saat ini  tidak ada laporan ke saya, kalau sudah puluhan tahun dia buka praktik pelayanan kesehatan di desa Pamorah,” terangnya  mengakhiri perbincangan dengan awak media.

( Moh. Hosen )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan