banner 728x90

Camat Tebas : Untuk Menolak Impor Beras Haruslah Sesering Mungkin Panen !  

banner 468x60
Spread the love

SAMBAS, INDEPNEWS.Com – Camat Tebas Kabupaten Sambas, Marianis SH, MH dalam sambutannya usai melakukan panen bersama Gapoktan Elok Sedayu Desa Matang Labong Kecamatan Tebas menyerukan jika kita kekeh menolak impor beras haruslah diimbangi dengan sering – sering panen. Sebagaimana yang diprogramkan oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian ibu Suliati, SpKp.

Lebih lanjut Camat meminta agar para petani tekun dan disiplin bercocok tanam. Laporan yang saya dapatkan Alhamdulillah kita sudah menjalani 5 kali panen dalam setahun dengan hasil rata – rata 5,6 ton per hektar are.

Suliati SpKp yang mengkomandoi gerakan panen 5 kali setahun bersama Dan Ramil Tebas Pelda Effendi ternyata tidak main – main. Program yang disambut antusias oleh para petani ini memang nampak keberhasilannya. Sekitar bulan Februari dan bulan Maret 2018 masih ada dua kali panen lagi. Kita sedang teknologinya sama dengan yang sudah – sudah yakni menggunakan teknologi Haston.

Suliati bertekad harga gabah kering kelak dari harga Rp4.200 naik ke harga Rp.4500, sehingga tingkat kesejahteraan petani juga ikut naik.

Sementara Pelda TNI AD. Effendi yang juga Dan Ramil Tebas selaku pendamping Pertanian mengatakan optimis kedepannya hasil pertanian terus meningkat. Kita berdoa bersama semoga dimudahkan Allah SWT, pintanya.

Menurut Suliati, dengan program 5 kali panen dalam se tahun kita akan terhindar dari mengimpor beras dari luar. Dengan demikian petani punya andil membantu melaksanakan penghematan keuangan Negara sampai dengan 31 Januari ini total pencapaian panen sudah 200 ha. Dan panen raya akan dilaksanakan pada Februari dan Maret kelak. Kecamatan Tebas yang paling pertama melaksanakan panen 5 kali dalam setahun di Kabupaten Sambas,” pungkas Suliati.

 

( Lh/Jn )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan