Ancaman Indonesia Tidak Diindahkan, Fachrul Razi : Kami Ambil Sikap Memboikot Produk China

Spread the love

JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini. TNI bahkan telah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan perairan yang merupakan batas wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia tersebut.

Masuknya sejumlah kapal nelayan China tersebut tentu saja menuai pro-kontra. Sejumlah pihak menyebut jika kondisi itu dikarenakan pemerintah belum memiliki ketegasan atas kedaulatan NKRI.

Perhatian khusus juga datang dari DPD RI yang menganggap hal tersebut bagian dari ancaman global yang notabene sebagai pelanggaran kedaulatan bangsa NKRI. Hal itu disampaikan anggota DPD RI asal Aceh Fachrul Razi. Dia menegaskan bahwa tindakan pemerintah China telah melanggar kedaulatan Indonesia di Perairan Natuna.

“Kami meminta Pemerintah RI bertindak tegas dan tenggelamkan kapal penangkap ikan milik China yang masuk Ke wilayah Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, dengan di dampingi kapal Coast Guard China” ucap Fachrul Razi di Jakarta. Senin, (06/1/2020).

Fachrul Razi juga mengingatkan, bahwa wilayah ZEE Indonesia di Perairan Natuna telah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS 1982).

Oleh karena itu Fachrul Razi mengingatkan kepada China agar memenuhi kewajibannya untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982 tersebut.

“Bila ancaman kami tidak diindahkan, maka kami mengambil sikap untuk menenggalamkan Kapal China dan akan memboikot produk-produk China di Indonesia,” tutur Fachrul Razi. (ari)

Tag:
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan