banner 728x90

Relawan Letho: Erick Thohir Dinilai Mampu Benahi BUMN Lebih Maju dan Tingkatkan Profit

Spread the love

Anshar Ilho. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Relawan Loyalis Erick Thohir (Letho) menilai Erick Thohir mampu membenahi BUMN lebih maju dan tingkatkan profit. Erick Thohir dianggap profesional, berpengalaman dan dengan memiliki banyak bisnis perusahaan, sehingga negara menggantungkan harapan pada dirinya dalam mengelola BUMN.

Hal ini disampaikan Anshar Ilho Ketua Umum Loyalis Erick Thohir (Letho), saat diwawancarai, Selasa (26/11/2019). Ia juga mengatakan, Presiden Jokowi sendiri saat pelantikan menteri berpesan kepada Erick Thohir agar mampu membawa BUMN Indonesia berjaya hingga ke mendunia.

Kata Ilho, Erick Thohir adalah sosok fenomenal dalam melakukan seleksi pemilihan direksi, komisaris utama dan komisaris-komisaris di BUMN. Terbukti dalam melakukan perombakan di jajaran komisaris dan juga menunjuk figur berkualitas di jajaran BUMN di posisi Direksi dan Komisaris Utama.

“Erick Thohir berani melakukam perombakan, bukan hanya di wilayah komisaris dan direksi BUMN saja. Akan tetapi juga merombak di posisi Sesmen dan Deputi-Deputi BUMN,” jelasnya.

Ilho yang juga Ketua Umum Gerakan Indonesia Maju juga memuji langkah Erick Thohir yang telah menunjuk Pahala N Mansury sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Dimana Pahala mengganti posisi aSuprajarto yang sebelumnya mengundurkan diri setelah ditunjuk di RUPSLB.

“Selanjutnya Chandra Marta Hamzah mantan Komisioner Komisaris Pemberantasan Korupsi ditunjuk sebagai Komisaris Utama BTN, sebab BTN lagi banyak kendala hukum di kredit macet yang cukup tinggi,” terang Ilho.

Pak Erick juga katanya, telah menunjuk Emma Sri Martini menggantikan Pahala sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Dimana Emma saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel. Bahkan, Erick Thohir sudah memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama Pertamina dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pria asal Sulawesi Selatan juga menjelaskan, Erick Thohir memang dipandang sebagai sosok yang pas. Bos Mahaka Group ini dikenal berhasil membangkitkan perusahaan yang sedang terpuruk dan merugi. Karena itu, penunjukan Erick Thohir sebagai menteri BUMN adalah sangat tepat.

“Sebelum mewujudkan permintaan Jokowi soal rencana ekspansi ke luar negeri. Ada satu masalah krusial yang harus diselesaikan oleh Erick Thohir. Salah satu masalah yang membuat BUMN Indonesia sulit melakukan ekspansi karena terbebani oleh utang BUMN,” katanya.

Menurut Ilho sesuai data media, Desember 2018 lalu, setidaknya ada 10 BUMN dengan utang terbesar. Antara lain BRI menanggung utang berjalan Rp1.008 triliun, Bank Mandiri utang Rp997 triliun, BNI utang Rp660 triliun, PLN utang Rp543 triliun, Pertamina utang Rp522 triliun, BTN utang Rp249 triliun, Taspen utang Rp222 triliun, Waskita Karya utang Rp102 triliun, Telekomunikasi Indonesia utang Rp99 triliun, dan Pupuk Indonesia utang Rp76 triliun.

Rasio utang perusahaan rata-rata sudah di atas separuh aset yang dimiliki masing-masing perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan ada yang rasionya sudah mendekati aset yang dimiliki, seperti BRI dengan aset Rp1.179 triliun. Yang artinya dengan utang yang ditanggung berbanding aset dimiliki, perusahaan bisa dipailitkan.

“Bisa dikatakan 10 BUMN ini harus menyelesaikan hutang berjalan tersebut, Karena jika asetnya dijual semua habis untuk membayar utang,” tukas Ilho.

Tambah Ilho, dirinya yaki  Erick Thohir bisa fokus menyehatkan BUMN tersebut dengan mengurangi utang, setidaknya dilakukan secara bertahap. Agar utang yang dimiliki tidak terus bertambah, tapi bisa semakin berkurang.

“Itu yang tidak boleh terjadi, dan saya yakin  Erick Thohir bisa menangatasinya. Erick Thohir juga bisa berkoordinasi dengan banyak pihak agar mampu menyelesaikan masalah besar BUMN agar berjalan normal dan aman kedepannya,” paparnya.

Katanya, kalau Erick Thohir berhasil agar tidak memiliki utang, BUMN akan dapat bergerak dengan lincah dan mudah untuk ekspansi. Dimana BUMN kedepan di bawah Erick Thohir yakin bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa berlipat-lipat. Walaupun keuntungan saat ini masih sangat kecil, sekitar Rp40-60 triliun rupiah.

“BUMN saat ini sudah memiliki banyak keistimewaan, diantaranya bisa memonopoli proyek infrastruktur dan memiliki ruang keleluasaan untuk bersinergi dengan BUMN lain, serta tidak boleh masuk tempat lain kecuali BUMN. Bahkan juga mendapatkan penyertaan modal negara setiap tahun Rp40 triliun dari pemerintah,” pungkas Ilho. (Red)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan