banner 728x90

KETUA LSM GEPAR BONDOWOSO ANGKAT BICARA TERKAIT PEMBERITAAN MEDIA YANG TIDAK BERIMBANG

Spread the love

Imam Imron, ktua LSM GEPAR Bondowoso (Foto : Yt/Dok)

BONDOWOSO, INDEPENDENTNEWS.ID – Ketua LSM GEPAR Kabupaten Bondowoso, Imam Imron angkat bicara terkait beberapa pemberitaan media yang dinilai tidak berimbang dan tidak ada konfirmasi dengan pihak ahli waris. Pihaknya menilai pemberitaan yang beredaar saat ini terkesan berlebihan dan tidak sesuai fakta.

Imam mengungkapkan, “Pemberitaan tersebut terkesan diplintir dan perlu saya tegaskan sebenarnya permasalahan itu sudah dimediasi di kantor desa dan kecamatan sekaligus pihak yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya menumpang dan tidak punya hak atas tanah itu karena bukan merupakan ahli waris dari P. SAMID / SADIN,” jelanya terkait sengketa lahan di Tlogosari.

Imam selaku ketua LSM GEPAR dalam konfirmasi team Media Cakrawala menyebutkan tidak adanya tindakan pengusiran dan kegiatan tersebut sebatas pengukuran lahan yang juga dihadiri beberapa aparatur.

“Terkait pemberitaan yang mengatakan pengusiran itu tidaklah benar dan yang benar adalah pengukuran batas-batas tanah milik ahli waris yang saat itu juga disaksikan oleh pihak Pemerintah Desa, Kecamatan, Babinsa Koramil, dan Binmas Polsek setempat. Pemasangan pagar itu pula dilakukan oleh ahli waris sebagai pembatas, karena memang haknya sebagai ahli waris dan saya bersama tim LSM GEPAR hanya mendampingi pengukuran tanah ahli waris P. SAMID / SADIN berdasarkan buku administrasi yang ada di Desa Tlogosari dan mediasi di kantor kecamatan Tlogosari. Tidak salah jika ahli waris yang sah minta kejelasan kepada pihak desa dan kecamatan terkait batas tanah miliknya,” imbuhnya.

Saat ini Imam menuturkan, pihak LSM GEPAR saat ini sedang membahas permasalahan yang mencuat dengan tim ahli hukum untuk selanjutnya melakukan tindakan hukum.

Kepada team Media Cakrawala Imam menuturkan, “saya dan tim LSM GEPAR sedang membahas permasalahan yang mencuat saat ini dengan Tim Ahli Hukum, pemberitaan media yang sangat menyudutkan LSM GEPAR berdasarkan fakta-fakta real di lapangan serta bukti- bukti yang ada hal ini secepatnya akan kami ambil tindakan hukum, baik itu berupa teguran ataupun pelaporan menurut hukum pidana, karena pengukuran tanah itu sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak desa dan sesuai kesepakatan hasil mediasi di kecamatan Tlogosari, justru tindakan yang dilakukan oleh P. ZAINUDIN lah yang menurut saya adalah perbuatan melawan hukum, ingin menguasai tanah milik orang lain atau ahli waris yang sah dari P. SAMID / SADIN.” Tutupnya. (Yt/Red)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan