banner 728x90

Amal Ibadah Kesehatan Mata, Ini Edukasi Surabaya Eye Clinic yang Diberikan

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Klinik Utama Mata SEC (Surabaya Eye Clinic) berkolaborasi dengan Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata) menggelar 2nd Scientific Eye Conference dengan mengangkat tema, “Early Detection for The Best Treatment”. Acara ini diselenggarakan di Geo Mainhall Lt. 2 Ibis Styles Hotel Surabaya.

Dalam konferensi ini, menghadirkan para narasumber yang luar biasa, sesi tiap materi pun berbeda-beda. Materi pertama, Strabismus Made Easy diisi oleh dr. Rozalina Loebis, Sp.M(K), kemudian materi, Diagnosis dan Tata Laksana Katarak oleh dr. Ady Dwi Prakoso, Sp.M, materi berikutnya, Glaucoma Update for General Practicioner oleh dr. Yulia Primitasari, Sp.M(K), materi keempat, Early Detection for Diabetic Retinophaty oleh dr. Dwi A. Yani, Sp.M, materi kelima, Deteksi Kelainan Refleksi pada Anak oleh dr. Windi Indria Rini, Sp.M, dan materi terakhir Dry Eye Stimulate False Tear oleh dr. Asti Indriani, Sp.M.

Menurut Founder dan Owner Surabaya Eye Clinic, Prof. Dr. Diany Yogiantoro Soebadi mengatakan, tujuan diadakan acara ini, ia sebagai guru besar dan pendidik, ingin mengamalkan ibadah ilmu selama berkecimpung dalam dunia kedokteran spesialis mata. Agar ilmu ini benar-benar diserap oleh dokter umum yang khususnya bertugas di Puskesmas.

“Saya berpesan, sayangilah mata kita dari gejala semua penyakit, kita berupaya mencegah dan menurunkan angka kebutaan di Indonesia. Karena orang yang mengalami katarak di negara yang tropis ini, banyak kita temukan. Maka sangat perlu kita berikan edukasi, sosialisasi, dan melakukan hal preventif agar dokter tahu bagaimana mengurangi peningkatan angka kebutaan di Indonesia. Alhamdulillah antusias peserta juga banyak yang hadir, semoga dengan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Diany saat diwawancarai awak media. Minggu, (03/11/2019).

Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata Surabaya Eye Clinic, Prof. Dr. dr. Gatut Suhendro, Sp.M-KVR menjelaskan bahwa, SEC ini merupakan salah satu center klinik mata yang tertua kedua di Surabaya. Dan teknologi pengobatan mata di SEC sangat modern, dan digunakan di negara-negara maju. Maka dari itu, dengan gerakan konferensi ini, memberikan best treatmennya untuk diketahui dokter dan masyarakat luas.

“Kami bergegas untuk mendidik generasi selanjutnya, karena pada umumnya, dokter yang bekerja di SEC adalah murid kami juga. Artinya setiap generasi, kita total memberantas kebutaan, dan mengembangkan strategi pengobatan dengan teknologi modern kita. Contoh kongkritnya, laser mata yang kami gunakan, energinya sangat rendah, dan kompikasinya juga rendah. Ini satu-satunya teknologi yang kami punyai yang ada di Surabaya bahkan di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Redaksi PT Surabaya Eye Clinic dan staf medis di Surabaya Eye Clinic, dr. Dwi. A. Yani menyatakan bahwa, hampir setiap orang mengalami katarak, terjadi diabetik yang ketika refraksi atau ukuran kacamata yang belum stabil, di Surabaya Eye Clinic mampu membuat kacamata itu dihilangkan, dengan teknologi yang dipunyai. Katarak terjadi bahkan bisa ketika pas lahir atau usia 0.

“Kami berupaya keras mengingatkan bagi usia lansia agar segera diperiksa, kita anjurkan saat berumur 40 tahun, karena itu kondisi mata kita mulai sakit, itu mempengaruhi genetik ke depan bagi keturunan anaknya. Anak-anak SD pun juga harus segera diperiksa kondisi matanya. Anak sekolah harus diketahui fungsi matanya, jangan sampai tidak tahu, baru tahu pas waktu SMA, itu sangat terlambat,” beber Yani.

Sebagai informasi, konferensi ini didukung oleh Satuan Kredit Profesi Ikatan Dokter Indonesia atau dikenal dengan SKP IDI. (Ari)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan