banner 728x90

Luar Biasa Kancah Kandidat PILKADES Saling Teror Antara Lawan-Lawan Kandidat Lain

Spread the love

KUBURAYA, INDEPNEWS.Com – Dalam rangka pemilihan kepala desa yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini di beberapa wilayah, kususnya di kabupaten Kuburaya. Terdapat beberapa kecamatan dan desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa serentak periode 2019-2025.

Dengan adanya pertarungan kandidat-kandidat ini, salah satu calon kepala desa Tanjung Beringin Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kuburaya, Ibu Yanti (YT) yang dulu juga menjabat sebagi kepala desa mendapat teror dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab yang mengatas namakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mengatas namakan wartawan (Media) serta berani mencatut juga nama Lembaga Penegak Hukum.

Hal ini diungkapkan Ibu Yanti kepada beberapa awak media. Aktivis muda JARING GARUDA NKRI Kalbar, Jono di kediaman persinggahan pribadi Ibu Yanti Jln. Adisucipto pada Rabu (02/10/19) waktu setempat, mendengarkan cerita kornologis yang disampaikan Ibu Yanti selaku kandidat calon Kepala Desa.

Jono, aktivis muda JAGA NKRI perwakilan pusat untuk daerah angkat bicara, setelah melihat bukti-bukti baik via Chat WA pelaku, bukti KTA media yang diatasnamakan serta klarifikasi Pimpinan Umum pemilik media. melalui berita yang dimuat, Jono meminta dengan tegas kepada oknum yang tidak bertanggung jawab itu, segera ditindak sesuai UU yang berlaku. Dan siapa-siapa lagi oknum dibalik permasalahan ini.

Sebab sudah jelas menurut ktivis ini lagi, “itu sudah melanggar HAM, menakut-nakuti, merampas secara langsung kemerdekaan seseorang, serta sudah jelas melanggar aturan UU No 40/1999, peraturan Dewan PERS kontrol sosial, kode etik Jurnalistik Profesional. Karena Oknum tersebut bukan Wartawan dan tidak tercantum dalam BOX Redaksi Media yang diatasnamakannya.

Sebelum berita ini diturunkan hari ini, Kamis 03/10/2019. Dia menambahkan, “sebagi jurnalis profesional serta kontrol sosial harus memahami (4) Emapat Pural dalam aturan yang berlaku,Jono yang juga Sebagi Ketua DPW IMO,”Ikatan Media Onlen Kalimantan Barat (Dewan Pimpinan Wilayah) sekali meminta oknum tersebut meminta maaf sebelum berlanjut ke rana hukum, sebab sudah jelas melanggar UU yang berlaku, serta UU tentang HAM. (Tim/Red)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan