banner 728x90

Dinilai Sukses Sajikan 750 Porsi Kaldu Kokot Kuliner Khas Sumenep Dapat Rekor LEPRID

Spread the love

Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim, MSi, Ketua TP PKK Sumenep, Nurfitriana Busyro dan Arif Firmanto saat menerima penghargaan dari LEPRID. (Foto : Ist)

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Dinilai sukses menyajikan 750 porsi Kaldu Kokot gratis, yang merupakan kuliner khas kabupaten Sumenep dalam Festival Kuliner Sumenep atau Sumenep Heritage Culinary Festival (Sheculfest). KH. A. Busyro Karim, MSi selaku Bupati Sumenep mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Bupati Sumenep yang akrab dipanggil Kyai Busyro sebagai pemrakarsa suguhan 750 Porsi Kaldu Kokot terbanyak di dunia.

Paulus Pangka, SH selaku Ketua Umum dan Pendiri LEPRID menyebut 750 Porsi Kaldu Kokot adalah jumlah terbanyak sepanjang sejarah. Dan berhasil menciptakan rekor dunia.

Dengan suksesnya event Festival Kuliner Sumenep 2019 dengan suguhan kaldu kokot kuliner khas Sumenep, Ketua LEPRID juga memberikan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro, SE sebagai inisiator penyajian kaldu kokot dan kepada Arif Firmantto, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan sebagai penyelenggara.

Bupati Sumenep dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media mengatakan, jumlah 750 porsi Kaldu Kokot merupakan makna yang disesuaikan dengan angka Hari Jadi / HUT Kabupaten Sumenep yang ke 750 tahun.

“Sebenarnya lebih dari angka 750 porsi masih bisa kita sediakan. Karena kebutuhan kokot (kaki sapi) di Kabupaten Sumenep mudah didapat,” kata Kyai Busyro Karim, usai acara penerimaan penghargaan dari LIPRED.

Menurut Bupati, sebenarnya bukanlah target utama dalam mengejar rekor dengan menyajikan 750 porsi Kaldu Kokot bersama masyarakat. Kalaupun mendapatkan penghargaan hanyalah konsekuensi dari program sajian sebanyak 750 piring Kaldu Kokot.

“Tujuan utama dalam kegiatan ini, pemerintah kabupaten Sumenep ingin mengangkat kuliner khas Sumenep agar semakin terkenal di dunia luar. Kita tahu jika masyarakat luar daerah berkunjung ke Kabupaten Sumenep pasti mencari kuliner Kaldu Kokot, sehingga dengan kegiatan ini, kuliner lokal tidak hanya terkenal di Indonesia, namun juga dikenal di dunia,” sambungnya.

Oleh sebab itu, harapan Bupati kepada para pelaku kuliner khas daerah Sumenep khususnya untuk menjaga kualitas dan cita rasa. Sehingga Kaldu Kokot ciri khas Sumenep menjadi salah satu kuliner favorit yang dikenal masyarakat luas.

“Meskipun konsumen dan pelanggannya sudah banyak, tetapi jangan sampai nilai dan cita rasanya Kaldu Kokot sampai berkurang,” jelasnya lagi.

Paulus Pangka, SH (Ketua Umum dan Pendiri LEPRID) juga mengatakan, pemerintah kabupaten Sumenep sangat tepat bila menjadikan momen menarik ini untuk mendatangkan wisatawan ke Sumenep dengan menyajikan Kaldu Kokot sebagai kuliner khas Sumenep.

“Dari data yang kami terima, sebanyak 80% para wisatawan berkunjung ke daerah objek wisata memilih karena tertarik pada kuliner. Dan sisanya hanya keindahan alam dan lain sebagainya,” ungkap Paulus dalam sambutannya pada saat penyerahan pengharagaan LEPRID, Minggu (13/10/2019). (Ainul-Riel)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan