banner 728x90

Desa Mertan Dinilai Perlu Ada Perubahan Besar

Spread the love

Marino (Baju Hijau) saat bersama sahabat- sahabatnya. (Foto : Dokumentasi)

SUKOHARJO, INDEPENDENTNEWS.ID – Melihat sosok guru Marino, SPd, M.Or, lulusan Unes Semarang, dan IKIP Malang, S2 UNS Solo ini sangat menarik untuk disorot dan diperbincangkan publik.

Apa yang menarik sosoknya? Karena saat ini ia menjadi sorotan publik di tengah dorongan warga Mertan untuk mencalonkan ikut bursa Pilkades desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo di bulan Oktober 2019.

Marino, calon Kades Mertan tidak berkutik saat dirinya didorong warga untuk menjadi bursa calon kades.

‘Saya tidak ada keinginan untuk mencalonkan menjadi Kades, tetapi karena dorongan dari masyarakat yang sangat kuat untuk maju akhirnya ikut terdorong. Karena amanah dari masyarakat, ya akhirnya bersedia maju mas,” kata Marino kepada media ini.

“Seiring dorongan dari masyarakat juga karena ada panggilan hati nurani saya melihat dan mendegar Desa Mertan perlu pembenahan dan perbaikan dan perlunya perubahan besar yang lebih baik,” kata Marino.

Biasa dipanggil pak Mar ini mengatakan dorongan dari warganya untuk melakukan perubahan itulah, ia terpanggil untuk membawa aspirasinya.

Disamping terdorong membawa aspirasi warga untuk perubahan, ia sekaligus ingin mengabdikan diri pada masyarakat di desa Mertan. Yang kedua Marino juga ingin membangun dan memperbaiki desa Mertan.

Ini Obsesinya Untuk Perubahan

Marino saat ini mengaku prihatin dengan kondisi pertanian di desa Mertan terkait persoalan air, andaikan diberi amanah ia ingin ada perbaikan/normalisasi irigasi.

“Karena mayoritas lahan adalah tadah hujan untuk meningkatkan produksi harus ada trobosan dengan pembuatan sumur dalam untuk pengairan sawah,” ujarnya.

Bendahara LSBO PDM Sukoharjo dan Manager klub sepakbola PS.HW Sukoharjo itu tidak sekedar wacana, tetapi benar ingin mewujudkannya.

Marino juga ingin ada penguatan koperasi -koperasi di RT membuka destinasi wisata desa untuk menggenjot PAD dan mengoptimalkan potensi desa. Bahkan mewujudkan transparansi dana desa.

“Jadi semua harus transparan dana dan tidak gelap serta ingin melibatkan seluruh masyarakat dalam menggerakkan perubahan desa Mertan yang maju, nyaman, unggul dan transparan,” tandas aktivis kemanusiaan serta Koordinator Donor Darah Kecamatan Bendosari.(Taufiq)

banner 468x60
Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan