banner 728x90

Kasus DPO Penipuan Disertai Pengelapan Masih Tanda Tanya Bagi Korban Pelapor

Spread the love

PONTIANK, INDEPNEWS.Com – Herri Budianto sebagi korban dan sekaligus pelapor asus penipuan yang disertai penggelapan degan modus tawaran kerja sama dalam pegolahan kayu IPK oleh beberapa rekannya sejak tahun 2016 lalu masih belum menuai hasil yang jelas dari apa yang telah dilaporkan Heri Budianto kepada pihak kepolisian yang ditangani Poleresta Pontianak Kota dengan Nomor TBL/609/III/2018/KALBAR/RESTA PTK KOTA tertanggal 29 Maret 2018.

Herri Budianto juga sudah meminta bantuan kepada Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat yang berkantor di Jln. Surya No. 2A Kelurahan Akcaya kota Pontiank dengan No Surat B/260/LM.12-19/0076.2019/IX2019. Drngan surat resmi tertanggal 30 Agustus 2019 dengan nomor register 0076/LM/VIII/2019/PTK.

Herri Budianto sendiri meyesalkan kenapa kasus yang dilaporkan tersebut sampai saat ini masih belum ada titik terang penanganannya. Katanya saat ditemui awak media di salah satu warung kopi kota Pontianak, Sabtu 07/09/2019.

Herri Budianto meminta kepada penegak hokum, agar kususnya di polresta Pontianak Kota yang menagani ini. Menurut Herri Budianto lagi, ada apa degan DPO kok sampai detik ini tidak ada upaya penanganannya oleh pihak berwajib, kususnya penegak hukum tambah lagi.

Herri Budianto juga menambahkan dirinya hanya ingin penyelesaikan kasusnya segera ditangani dengan cepat tentang hak-haknya sebagi korban penipuan yang disertai penggelapan oleh beberapa rekannya yang mana sebagi pelaku-pelaku yang sudah dilaporkan Herri kepada pihak Polresta Kota Pontianak. Ini sudah merugikan dirinya sebagi korban penipuan yang disertai penggelapan yang cukup lumayan nilainya mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Herri Budianto yang beralamat di Jln. Imam Bonjol Gg. Peniti Baru No. 8F Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontiank Selatan Kota Pontiank meminta keadialan yang seadil-adilnya dan kepastian dalam penanganan kasus yang merugikan dirinya kepada pihak penegak hukum kususnya, dan meminta keadilan sebagai masyarakat dan warganegara Indonesia yang taat dengan aturan hokum,” pungkasnya dengan nada lemas. (JDH/Tim)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan