banner 728x90

Desa Sakita : Bantuan Dapur Sehat Tahun 2017 Hingga Kini Tidak Kunjung Selesai

Spread the love

MOROTAI, INDEPNEWS.Com – Bantuan dapur sehat di desa Sakita kecamatan Morotai Utara yang merupakan program bupati Pulau Morotai mulai tahun 2017 hingga kini tidak kunjung selesai. Sehingga para penerima manfaat merasa bingung sementara kades Sakita harus bertanggung jawab. Di sisi lain kades Sakita tidak mendukung program bupati Pulau Morotai, karena program ini mandek di tengah jalan dan menghimbau kepada bupati memberhentikan kades Sakita.

Hal ini disampaikan langsung sejumlah warga di desa Sakita saat media melakukan investigasi ke Desa Sakita pada Jumat (6/9/19) kemarin.

Daut Rumsude warga desa Sakita yang mendapatkan bantuan dapur sehat saat diwawancarai media ini mengungkapkan, “bahwa bantuan yang saya terima di tahun 2017 lalu, sebetulnya Dapur Sehat, tetapi yang saya dapat hanya telah kurang lebih 300 buah dan pasir beberapa sekop saja sementara bangunannya sampai saat ini tidak ada,” jelasnya.

Lanjutnya dikatakan, “harapan saya semoga pemerintah desa melihat persoalan ini dan membangun kembali, kalau anggarannya sudah tidak ada diproses saja secara hokum,” harapnya.

Selanjutnya bapak Manika Mandea juga menjelaskan bahwa, “bantuan dapur sehat sampai saat ini belum selesai kurang lebih hanya 20 persen saja, bahkan saat ini pihaknya memakai uang pribadi untuk melanjutkan plester bangunan dapur sehat tersebut,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh keluarga Wolter Monci Kondihi, bahwa Bantuan Dapur Sehat mulai dari Tahun 2017 hingga kini hanya Fondasi saja yang berdiri selebihnya tidak ada.

Persoalan ini, dibenarkan oleh seorang anggota BPD desa Sakita yang namanya tidak ingin di publis, bahwa pada tahun 2017 Bantuan Dapur Sehat itu terdiri dari 10 unit bantuan, namun yang terealisasi samapai saat ini hanya 6 unit, itupun hanya sekitar 30 persen saja, sementara yang lain hanya fondasi bangunan saja.

Selain itu, kami dari BPD Desa Sakita sudah berulang kali membahas terkait bantuan ini, tetapi tidak digubris oleh Kepala Desa, bahkan kami sering berbeda pendapat terkait hal tersebut.

Ketika media ini menghubungi dan mengklarifikasi ke kades Sakita di rumahnya tidak ada di tempat sehingga dihubungi melalui handphone juga tidak diangkat sampai berita ini diturunkan. (Oje)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan