banner 728x90

Pemda Lahat Terkesan Kurang Tegas, Sengketa Lahan Berakhir Deadlock

Spread the love

LAHAT, INDEPNEWS.Com – Perseteruan berlangsung selama lima tahun antara warga desa Gedung Agung kecamatan Merapi Timur Lahat dengan PT Musi Hutam Persada masih berlanjut. Sampai saat ini lahan yang diperkarakan belum diserahkan oleh perusahaan.

Dugaan perampasan lahan warga dengan pihak perusahaan telah menyertakan pihak Pemerintah Kabupaten Lahat sebagai mediator.

Kurang tegasnya Pemerintah dalam bersikap berujung pada membandel perusahaan dengan tidak menanggapi arahan dari Pemkab Lahat.

Beberapa kali mediasi dan digelar, namun hasilnya berakhir deadlock. Imbasnya persoalan ini terus memanjang, pembahasan lahan selalu dilimpahkan dengan Asisten I, Kabag Pertanahan BPN Lahat.

“Luasan lahan mencapai 81,3 Ha sesuai kesepakatan antara pihak perusahaan dengan masyarakat atas mediasi Pemkab Lahat tanggal 21 April 2016,” kata Bupati Lahat Cik Ujang SH, melalui, Asisten I Ir.H.Ramzi MM.

Masih kata Ramsi, Pemda akan mengembalikan seluas 65,68 Ha saja, alasannya dalih tidak jelas. Pemda mengupayakan segala upaya dan usaha secara maksimal guna merebut kembali lahan hak milik warga tersebut.

“Akan tetapi, semua itu butuh proses dan tidak segampang membalikkan telapak tangan. Namun intinya, kita masih menunggu keputusan pak Bupati Lahat,” katanya lagi.

Salah satu warga, Ramli (46), korban perampasan lahan kepada pewarta mengungkap belum adanya tindakan tegas yang diambil Pemkab Lahat. Sehingga warga terombang ambing sebab belum ada kepastian.

“Bicara untung rugi kita dirugikan, baik moril maupun materil, lahan yang telah dinyatakan BPKH Kementerian LHK diluar Kawasan Hutan dan HPHTI masih dikuasai PT MHP,” ungkap Ramli, Jum’at (9/8).

Kemudian ujar Ramli, kabar yang didapat dari pihak Pemda, lahan tersebut untuk segera diserahkan oleh Pemkab Lahat kepada warga. Termasuk soal ganti rugi lahan tersebut juga masalah kompensasi. Warga disarankan untuk langsung berkomunikasi dengan Perusahaan.

Pihak lain, Humas PT Musi Hutan Persada (MHP), Harnadi, berdalih sudah tidak mengikuti lagi perkembangan soal lahan itu, karena dirinya sudah pindah tugas ke wilayah I satu.

Menurutnya, persoalan lahan itu diwilayah III tiga. Dia sekarang sudah pindah wilayah I satu. Jadi nanti akan sampaikan bagian disana (wilayah III).

Sementara anggota Humas PT MHP lainnya, Hasan mengungkapkan, dirinyapun tidak mengetahui secara persis perkembangan masalah lahan yang dimaksud. Dalam pertemuan yang dilakukan belum lama ini. Dia tidak ikut, sekarang ada pekerjaan di Palembang.

“Nanti saya tanya dengan humas yang lainnya,” terangnya. (Ndi)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan