banner 728x90

Panen Bawang Putih Bondowoso Tidak Memuaskan Ibu Gubernur

Spread the love

Ibu Gubernur Khofifah saat memegang bawang putih mini bersama seluruh undangan (Foto : Ari SA)

BONDOWOSO, INDEPNEWS.Com –  Panen perdana bawang putih atas kerjasama MUI Jawa Timur dan LMDH kecamatan Ijen Bondowoso cukup mendapat perhatian serius dari Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, hasil panen perdana bawang putih yang diharapkan sesuai dengan harapan dan memuaskan nyatanya bawang tersebut produksinya masih di luar harapan bawang kecil-kecil dan di kategorikan gagal produksi.

“Saya ini ibu rumah tangga tidak terlalu tertarik bawang putihnya bukan idaman ibu dapur karena bawang terlalu kecil sulit ngupasnya, namun kalau dibuat jamu mungkin cocok,” ungkap ibu gubernur disela sela sambutannya

Gagalnya produksi bawang putih di kawasan dataran ijen tersebut tak terlepas dari kurangnya koordinasi dan penyuluhan serta bimbingan dari dinas terkait persiapan uji coba penanaman bawang putih dilahan perhutani yang terkesan dibiarkan tanpa ada persiapan yang baik

Komunitas Gerakan Independen Peduli Sumber Daya Alam Indonesia (GIPSI) menilai kerjasama Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang bekerja sama dengan masyarakat petani LMDH dalam penanaman bawang putih masih setengah hati dan kurang jelas program kerjanya

Saat komunitas GIPSI melakukan dialog dengan petani LMDH yang menanam bawang putih hasil kerja sama MUI dan Pemprov Jawa Timur tersebut, banyak keluhan yang dialami oleh petani dari kurangnya pendampingan hingga kondisi lahan serta biaya garap yang tinggi mengingat petani dataran ijen baru kali ini mencoba penanaman bawang putih.

“Saya pernah berdialog dengan masyarakat LMDH yang kebetulan beliau itu menggarap uji coba tanam bawang putih, yang menjadi kendala adalah kurangnya pengetahuan petani terkait tanam bawang putih dan kurangnya pasokan air karena daerah lahan yang ditanami cukup jauh, sehingga bila dimobilisasi air dari bawah biaya produksinya sangat membengkak dan petani tak mampu sedang biaya garap yang dibantu dari pihak MUI sangat minim,” jelas Gus Ari komunitas GIPSI.

Tak hanya faktor produksi yang dianggap kurang persiapan terkait tanam bawang putih, bahkan dugaan kurangnya transparan pihak terkait proyek penanaman bawang putih dari pihak pihak sehingga kurang semangatnya animo petani untuk penanaman kembali bawang putih yang dianggap hasil dari panen bawang putih tak sesuai harapan.

“Sebaiknya pihak pemerintah dan yang terkait mengkaji kembali untuk memaksakan proyek tanam bawang putih di kawasan hutan dataran Ijen karena terbukti panen perdana hasil yang diharapkan tak sesuai harapan justru mengecewakan ibu gubernur yang menjadi undangan khusus dalam panen perdana tersebut,” tambah Gus Ari mengakhiri perbincangannya pada media ini. (Ari-GIPSI)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan