banner 728x90

Suhadi, Owner Peracik Jamu Herbal di Kedunggudel, Kenep Sukoharjo  

Spread the love

Suhadi, Owner Rachma Sari Jamu Herbal( tengah baju batik pakai peci) saat ada kunjungan dari National Commitee For Economy and Industry Republic Of Indonesia, (Foto : Fik)

SUKOHARJO, INDEPNEWS.Com – Indonesia dikenal dengan jamu tradisional yang sangat mendunia. Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia memilki banyak keanekaragaman hayati dalam pembuatan jamu.

Pembuatan jamu inilah seperti yang dirintis Haji Suhadi berawal dari home industri rumahan hingga sekaramg memilki pabrik jamu herbal yang beralamat di Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Waktu awal ya hanya sekitar 10 orang. Sekarang total hampir 100 termasuk pabrik plastik. Jenis usaha kami, ada pabrik jamu, pabrik kosmetik, pabrik plastik, ada produk kesehatan rumah tangga,” Kata Owner UD  Rachma Sari Jamu Herbal kepada awak media ini belum lama ini di minggu kedua Juli 2019.

Ditanya soal bagaimana mengatur pabriknya yang begitu banyak,  Suhadi mengatakan   hampir tidak pernah ngurusi pekerjaan. Semua sudah berjalan sendiri. Mau ditinggal satu bulanpun semua  insyaa Alloh sudah bisa jalan.

“Sebisa mungkin waktu dipergunakan untuk beribadah. Insyaa Alloh. Ada kata- kata  bijak demikian. Kalau kita menanam padi maka akan tumbuh rumput. Tapi kalau kita menanam rumput maka tidak akan tumbuh pagi. Kalau akherat menjadi tujuan utamanya, maka dunia akan mengikutinya,’ terangnya.

Saat kunjungan dari bayer India (Foto : Fik)

Tujuan beribadah ditunjukkanya tidak sekedar kata- kata, ia buktikan memberangkatkan umroh karyawannya  dan warga lainnya.Tidak hanya memberangkatkam umroh saja, belum lama ini pihaknya juga mendirikan PAUD, sebagai bukti kepedulian sosial dan pendidikan.

“Alhamdulillah mulai kemarin tanggal 13 Juli 2019, PAUD serta TK Rachma Sari sudah mulai kegiatan belajar mengajar. Ternyata menyalurkan sedekah bisa di mana-mana, ” terangnya.

Haji Sujadi mengaku sudah 10 tahun pabrik jamu herbal berdiri,  pabrik yang sekarang ini tahun 2013. Sebelumnya masih dikerjakan di rumah sebagai home industri.

“Kebetulan tahun 2013 di tempat saya ditunjuk mewakili kabupaten Sukoharjo ikut lomba tingkat nasional dengan tema “Toga dan pemanfaatannya” . Dan Alhamdulillah sebagai juara I,” imbuhnya.

Masih penjelasannya torehan preatasi itu adalah hasil kerja dari semua pihak. Tempatnya hanya sebagai objek saja.

Ia bersyukur pabrik herbal jamu Rachma Sari sudah mendapat berbagai kunjungan bail kunjungan ada dari Jepang, Kanada, Hongkong dan Malaysia.  Kunjungan dari National Commitee For Economy and Industry Republic Of Indonesia.

“Kunjungan juga datang dari badan POM Jakarta bahwa di tempat kami ditunjuk sebagai percontohan di UKOT2  yang lain,” tambahnya yang pernah jadi pembicara di Kementerian kesehatan yang diselenggarakan oleh Kemenkes Propinsi Jawa Tengah

Disinggung soal pemasarannya, pihaknya mengatakan bekerjasama pihak distributor pemasaran. Jadi pihaknya selaku pembuat produk, Alhamdulillah pemasaran sudah merambah nasional dari Sukohajo, Solo, Semaramg, Jakarta, Surabaya, Medan , Balikpapan, Bali dan sejumlah kota- kota besar lainnya.Bahkan sudah sampai ke luat negeri Singapore, Malaysia, India, Jerman.

Secara terpisah saat dihubungi Kepala Pemerintahan Kelurahan Kenep, Sukoharjo Mudiarso,s.Sos mengaku bangga terhadap peran serta pak Suhadi sebagai owner jamu herbal yang mampu memberikan kontrubusi besar terhadap di kelurahan Kenep. Secara tidak langsung membawa  nama Kenep juga berdampak baik begitu juga sektor- sektor usaha lainnya.

“Alhamdulilah peran serta pak Suhadi sangat besar di daerah ini, apalagi Pemerintah Kelurahan Kenep sudah mencanangkan  Desa Wisata Kreatif, termasuk pembuatan jamu yang dikenal luas,” tandasnya. (Fik)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan