banner 728x90

STIE IBMT Pelopori Multi Level Marketing Jadi Mata Kuliah di Era Industri 4.0

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Dalam membuka Workshop Nasional Revolusi Kurikulum Perguruan Tinggi Bisnis kajian Multilevel Marketing masuk dalam mata kuliah perguruan tinggi bisnis yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBMT bekerjasama dengan Generasi Muda Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia dan Asosiasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi se Indonesia dilaksanakan di Hotel Majapahit Surabaya.

Program yang dilaksanakan di hotel bersejarah di kota pahlawan Surabaya ini, Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Suprapto, ia membuka dengan penuh semangat dan memberi masukan sesuai dengan amanah dari Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Ristek dan Dikti RI M. Natsir bahwa, dalam industri 4.0 ini, kampus harus melakukan inovasi dan mengikuti era global dan harus ada pembaharuan program studi.

“Program studi jangan jadul dan harus menyesuaiakan dengan perkembangan zaman, maka kampus dan perguruan tinggi dapat mengusulkan berbagai program studi baru yang inovatif seperti Multilevel Marketing (MLM) yang saat ini dibahas selain bisa jadi satu mata kuliah bisa juga diusulkan jadi satu program studi,” ujarnya. Senin, (08/7/2019).

Selanjutnya, sebagai Penyelenggara, Aris Winarto yang juga selaku Wakil Ketua STIE IBMT bersama dengan kampus STIE se Indonesia akan mensosialisasikan rencana penerapan multilevel marketing masuk dalam perkuliahan kampus bisnis.

Dan selaku Pebisnis Penjualan Langsung Hendra Thie yang juga Ketua Umum Generasi Muda Pebisnis Penjualan Langsung Indonesia memberikan motivasi sebagai Keynote Speaker mengatakan bahwa, Industri Multi Level Marketing sudah menyesuaikan zaman dengan Industri 4.0. Dimana sangat menyambut bila bisa dimasukkan dalam kurikulum Perguruan Tinggi Bisnis di kampus-kampus bisnis.

“Karena Industri Multilevel Marketing yang paling berpeluang memberi ruang kepada para generasi muda dan mahasiswa berbisnis dengan modal terjangkau dan masuk level menengah dan atas dengan penghasilan yang memadai bila fokus dsn berhasil menekuni bisnis Multilevel Marketing,” terangnya.

Dan sebagai pamungkas dari Kementrian Perdagangan RI, Ronny Soloma Maresa, selaku Kepala Sub Distribusi Langsung dan Waralaba, ia sangat mendukung bila Multi Level Marketing bisa dimasukan dalam kurikulum perguruan Tinggi Bisnis.

“Karena bisnis ini sudah cukup baik perkembangannya, dan pemerintah sudah mengatur regulasinya dengan baik, sehingga bisa menjadi peluang usaha bagi alumni Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Senada dengan Ronny, Nanang Nasrianto selaku pengamat sosial ekonomi mengatakan, usulan menjadikan MLM menjadi mata kuliah ini adalah terobosan dalam menghadapi revolusi industri 4.0, dan STIE IBMT bisa menjadi pelopor kampus siap hadapi era ini. (Ari)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan