banner 728x90

Potensi Besar Bisnis Kopi Nusantara, Rombong Kopi Hadirkan Konsep Berbeda

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Bisnis kopi kekinian masih menjamur di Indonesia, kebangkitan kopi nusantara menjadi momen kebangkitan UMKM di industri kopi.

Kebanggaan masyarakat Indonesia mengkonsumsi kopi nusantara menjadikan bisnis ini tumbuh dan berkembang dengan pesat. Rombong Kopi atau yang lebih dikenal dengan ‘Rompi’ adalah salah satu usaha yang mampu bersaing di industri kopi di Surabaya.

Rompi sendiri sudah berdiri sejak tahun 2017, awal mula berdirinya Rompi adalah atas dasar kecintaan terhadap kopi nusantara. Rompi sendiri digawangi oleh Bagus Prasetyo, Akbar Shodiq dan Fahrul Arifin.

Status mahasiswa tidak menyurutkan niat mereka dalam merintis usaha kopi. Motivasi terbesar mereka dalam merintis Rompi adalah kecintaan terhadap kopi nusantara yang terlalu besar.

Rompi sendiri memiliki konsep bisnis yang unik, sesuai namanya Rombong Kopi, mereka menggunakan rombong sebagai outlet mereka dalam membuka bisnisnya.

Membagi waktu antara kuliah dan menjalankan bisnis memang pekerjaan yang cukup menguras waktu bagi para mahasiswa UINSA ini. “Bukan hal mudah memang mengatur waktu antara membuka rombong dan jadwal kuliah” ungkap Bagus Prasetyo. Selasa, (09/7/2019).

Hal ini dibenarkan oleh Yusuf Fandora salah satu Dosen mereka di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) dan Pegiat UMKM mengatakan, “mereka mahasiswa sekaligus pengusaha, untuk menjadi sukses memang ada harga mahal yang harus dibayarkan,” ujarnya.

Ditanya seberapa besar prospek bisnis kopi saat ini, Yusuf Fandora yang juga Owner dari Sabin Kopi ini menegaskan bahwa, bisnis kopi masih prospek dan masih akan terus tumbuh.

“Apalagi bisnis yang dijalankan oleh Rompi lebih fokus kepada kopi nusantara, bukan hanya kopi susu kekinian yang lagi hits” terang Yusuf Fandora.

Sementara itu, salah satu pendiri yang sekaligus Barista Rompi, Akbar Shodiq mengungkapkan bahwa, menu yang disajikan fokus kepada kopi nusantara.

“Namun, Rompi juga menghadirkan menu kopi susu dan non kopi. Banyaknya pesaing di industri kopi di Surabaya tidak membuat gentar bisnis yang beralamatkan di Jl. Zamhuri Surabaya ini,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, salah satu pendiri Rompi Fahrul Arifin yang tugasnya lebih ke marketing Rompi menjelaskan bahwa, persaingan yang ada memang hal yang wajar, namun konsumen akan menilai dari segi kualitas yang disajikan.

“Rompi menjamin kualitas dari rasa kopi yang disajikan kepada para konsumennya. Persaingannya sekarang lebih kepada menyajikan kualitas terbaik. Kualitas yang dimaksudkan memang bukan hanya dari segi rasa saja, namun dari segi pelayanan kepada konsumen,” tutupnya. (Ari)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan