banner 728x90

Kenep Segera Jadi Desa ‘Wisata Kreatif’ dengan Menggali Potensi Diri

Spread the love

Kelurahan Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah Teguhkan “Desa Wisata Kreatif “dan Pelayanan Yang Baik, Terbuka, Bersih serta Berbudaya. (Foto : Fik)

SUKOHARJO, INDEPNEWS.Com – Semangat dan harapan harus menjadi spirit yang baik untuk membangun kelurahan atau desa. Tanpa semangat dan keringnya harapan, mustahil kemajuan kelurahan dan desa akan terwujud dengan baik pula.

Semamgat dan harapan itu seperti yang dilakukan kelurahan Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah untuk menjadi Desa Wisata Kreatif. Demikian yang diungkapkan Lurah Kenep, Sukoharjo Mudiarso S.Sos kepada Awak Media belum lama ini awal bulan Juli 2019.

Mudiarso, Lurah Kenep mengaku kalau deklrasi untuk menjadi Desa Wisata Kreatif sudah diumumkan sejak tahun 2010.Menurut pengakuannya, desa wisata kreatif berawal dari bantuan dari PNPM mendapat bantuan kurang lebih berkisar 1 Milliar. Dana tersebut dialokasikan untuki pembangun fisik desa sampai ada ide desa wisata kreatif sampai sekarang. Bahkan Kenep mendapat penghargaan “Network Development”.

“Meski banyak kendala mewujudkan cita- cita desa wisata kreatif, tekad itu harus kami wujudkan untuk menggapai harapan dan realisasinya yang baik nantinya, walaupun semua butuh proses,” terangnya.

Kurahan Kenep sendiri 8 kilometer ke arah selatan dari pusat pemerintahan Kabupaten Sukoharjo atau perjalanan sekitar 20 menit dengan sepeda motor.Jarak tempuh yang dekat ini juga keuntungan bagi kelurahan Kenep untuk mewujudkan harapannya.

Tampak depan kantor kelurahan Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah (Foto : Fik)

Pihaknya menjelaskan, jika deklarasi desa wisata kreatif ini karena desanya memiliki potensi yang baik untuk dipromosikan seperti kampung tua yakni Kampung Kedunggudel dan sejumlah industri kreatif sebagai daya tariknya. Belum lagi Desa Kenep memiliki petilasan masjid kuno Darussalam, petillasannya kyai lombok dan petilasan Pangeran Diponegoro.

“Untuk potensi kreatifnya antara lain batik yang mencapai 11 industri, produksi jenang sebanyak 15 orang, makanan ringan 20 orang, industri karak/rambak 15 orang, aneka kerajinan 10 orang, belum lagi usaha obat- obat herbal atau jamu,” imbuhnya.

Dari potensi wisata kreatif itu pengunjung masih didominasi dari lokal Sukoharjo, hal itu tidak jadi persoalan besar karena dengan adanya kunjungan wisata tersebut akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakatnya. namun demikian, ia berjanji akan meningkatkan daya kreatif agar para pengunjung di luar lokal Sukoharjo juga berdatangan. Pihaknya juga memberi pesan bahwa Kelurahan Kenep mampu berdikari,tanpa harus merantau jauh. Banyak potensi ketrampilan yang digerakkan di sini.

“Keinginan kami agar warga Kenep mampu bekerja dan mengolah dari desanya sendiri. Kami yakin, warga mampu sejahtera tanpa merantau, jauh,” katanya.

Membangun harapan, memang tak mudah. Butuh perjuangan, tidak putus asa, tidak takut mendapat saran yang baik dan mampu berproses membangun “grand desain” desa yang baik.

“Pihak Pemerintahan Kelurahan hanyw mendorong, menjadi mediator, mengayomi dan mendanpingi mewujudkan harapan masyrakat, tentunya diawali pemimpin dan seluruh perangkat pemerintah yang mampu memberikan teladan yang baik,itu kunci kami,” ujarnya.

Sekedar catatan, Kelurahan Kenep memiliki luas 282.1535 hektar (ha). Berdasarkan data per Januari 2018, jumlah penduduk di Kelurahan Kenep sebanyak 5.227 jiwa yang terdiri dari laki-laki 2.606 orang dan perempuan 2.621 orang. (Fik)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan