banner 728x90

Investasi Bodong Capai 88,8 Triliun, Kok Bisa ?

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Hingga bulan Juni 2019, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat, akibat kerugian besar dari investasi ilegal (bodong) yang sudah mencapai Rp. 88,8 triliun atas aset yang disitanya.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan, masyarakat yang menjadi korban investasi bodong jarang ada yang melapor, karena korbannya dari berbagai kalangan. Ada yang pegawai negeri sipil (PNS), pengusaha kaya, dan aparat pemerintah lainnya.

“Mereka yang jadi korban adalah orang yang serakah dengan mengharapkan keuntungan yang tidak wajar,” ucap Tongam yang juga Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK pada acara Sosialisasi Satgas Waspada Investasi di Hotel Sheraton, Surabaya. Kamis, (04/7/2019)

Menurut Tongam, para korban diiming-imingi bunga yang cukup besar. Misalnya bunga 10 persen per bulan, atau satu persen per hari.
“Kalau dihitung jelas tidak wajar, namun banyak yang tertarik dengan bunga sebesar itu.

Padahal, mana ada keuntungan bisnis yang sebesar itu. Sebesar 10 persen per bulan, atau 120 persen per tahun. Kalau ada yang menawarkan keuntungan sebesar itu, harus ditanyakan dulu izinnya,” ujar Tongam.

Tongam mencontohkan koperasi Pandawa Grup, dimana korbannya mencapai lebih dari 549.000 orang. Mereka terbuai karena dijanjikan bunga 10 persen per bulan hingga harus menanggung rugi. Kerugiannya mencapai Rp 3,8 triliun.

“Agar tidak terjadi lagi korban kasus investasi bodong seperti itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati menerima tawaran investasi. Jika logis dan legal, tidak akan menawarkan bunga yang melebihi bunga deposito,” lugas Tongam.

Tongam menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat investasi bodong itu bisa menciptakan kondisi instabilitas. “Selain akan muncul imij negatif terhadap produk keuangan, investasi bodong ini juga dapat mengganggu proses pembangunan,” tegas Tongam.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono menambahkan, kegiatan sosialisasi Satgas Waspada Investasi ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang praktik investasi ilegal yang masih marak di masyarakat.

“Masih maraknya kegiatan penawaran investasi ilegal yang terjadi di masyarakat berdasarkan laporan masyarakat kepada Satgas Waspada Investasi,” tambah Heru Cahyono. (Ari)

banner 468x60
Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan