banner 728x90

Hanya Dibina 3 Jam dan Tak Pengalaman, Siswa Ini Raih Lomba Robotik Internasional

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Siswa SMP Labschool Unesa Lidah Wetan yang bernama Hisyam Darius Haffian Amadeo (Kelas 8) dan Nabita Nirla Sevina (Kelas 9) telah berhasil meraih ‘Best Performance’ di ajang Asia Math Engineering Challenge yang diselenggarakan di Singapura.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh Youth Ambassadors (Lembaga Kepemudaan Singapura) yang bekerja sama dengan Nullspace (Sekolah Robotik Singapura).

Lomba itu diikuti kurang lebih 100 peserta dari 8 negara, yakni Indonesia, Kamboja, Filipina, Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Kepala Sekolah SMP Labschool Unesa Lidah Wetan, Dian Hijrah Saputra dalam sambutannya menyampaikan, dua siswa SMP Labschool ini akan diberikan suatu penghargaan atas prestasi internasional yang ditorehkannya dan sekaligus mengharumkan nama Sekolah dan Bangsa Indonesia.

“Dari pihak Labschool Unesa yang dikelola Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Persatuan Unesa, dihadiri langsung Direktur Labschool Unesa Ali Mufiarief turut memberikan penghargaan pada dua siswa tersebut berupa sertifikat dan bantuan dana pendidikan,” terangnya.

Sementara dari pihak SMP Labschool Unesa Lidah Wetan memberikan penghargaannya berupa daftar ulang semester lanjut pada ananda Hisyam. Dan untuk ananda Nabita diberikan penghargaan berupa Beasiswa Studi Lanjut

Berkat prestasi 2 siswa ini, kata Dian, SMP Labschool Unesa Lidah Wetan dapat menjalankan amanah lebih sesuai visi misi sekolah ‘Mewujudkan Lulusan yang Berkarakter dan berprestasi internasional.

“Saya berharap, kedepannya generasi baru (adik-adik Hisyam dan Nabita -red) dapat meneruskan dan melebarkan sayap prestasinya sampai ke dunia internasional,” tuturnya saat diwawancarai awak media di SMP Labschool Unesa Lidah Wetan. Kamis, (04/6/2019).

Saat ditanya kenapa mereka berinisiatif mengikuti lomba itu, Nabita mengatakan, saat itu (18-22 Juni -red) ia dan Hisyam mendapatkan informasi lomba dari internet.

“Kami mengikuti lomba itu sekedar iseng, untuk mengisi waktu liburan sekolah. Dan mereka tanpa didampingi Pendamping. Sementara peserta lain ada pendampingnya masing-masing,” ungkapnya.

Senada dengan Hisyam, Nabita mengatakan, banyak pengalaman yang didapat di Singapura, yakni pembelajaran robotika, career performance, budaya, pertukaran dan adopsi teknologi negara masing-masing.

“Dalam perlombaan saat itu, lima hari di tempat, semua peserta lomba dibimbing oleh pembina lembaga dengan waktu selama 3 jam. Kemudian, proses memikirkan dan pembuatan robot beserta modifikasinya diberi waktu selama 6 jam, dan dilanjutkan dengan presentasi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, lomba ini berkewajiban membuat robot dengan tema “Smart City”. Dan robot yang dibuat Hisyam dan Nabita bernama E-Washing Dishes, yang berfungsi untuk cuci piring.

Robotik ini tidak perlu menggunakan tangan untuk mencuci piring. Dan tak disangka, akhirnya mereka berhasil meraih Best Performance di lomba tersebut. (Ari)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan