banner 728x90

Gelar Tari Remaja 2019, Ajang Prestisius Adu Kreasi

Spread the love

Gelar Tari Remaja 2019 (GTR ’19) yang dilaksanakan oleh Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Foto KP/ Fik)

JAKARTA, INDEPNEWS.Com – Layar panggung ajang Gelar Tari Remaja 2019 (GTR ’19) yang dilaksanakan oleh Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah ditutup. Gelaran ajang tari remaja tingkat nasional tahun ini diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta sejak 2 hingga 4 Juli 2019 diikuti 33 provinsi.

“Ajang kretifitas tari remaja ini menggunakan model open call, artinya kelompok tari baik sanggar maupun sekolah mengirimkan video garapan mereka lalu diaudisi oleh Tim Pengamat. Masing-masing provinsi disaring satu kelompok. Sehingga yang tampil di GTR ini merupakan kelompok tari terbaik tingkat provinsi. Bahkan beberapa waktu lalu, kelompok terpilih mendapat peningkatan kapasitas melalui Lokakarya yang diampu oleh Tim Pengamat,” papar Edi Irawan, Kasubdit Seni Pertunjukan Dirjen Kesenian Kemdikbud.

Tim Pengamat yang sekaligus juri pada ajang GTR ditunjuk Dirjen Kesenian Kemdikbud dari berbagai unsur; pengamat seni, seniman tari dan akademisi. Tim Pengamat terdiri; Siti Sipala (IKJ), Frans Sartono (wartawan Kompas), Unik Hartati (IKJ), Nanu Munajad (ISBI Bandung), Y Subowo (ISI Jogja) dan Wasi Bantolo (ISI Solo).

“Boleh dikatakan, GTR merupakan ajang kreativitas tari yang prestisius di tingkat nasional. Talenta-talenta tari dengan sebaran akar budaya yang sangat kaya di Indonesia ini untuk sejenak mendapatkan media berekspresi. Diharapkan ajang-ajang lainnya dapat menyusul sehingga kesempatan tampil bagi sanggar atau penari dengan kualitas terbaik akan terasah,” urai Frans Sartono, Tim Pengamat.

Pada GTR kali ini mengangkat thema ‘Tarianku Indonesiaku’ berhasil memperebutkan predikat terpilih kepada berbagai kategori.

Rias dan tata busana diraih oleh Shara Surento (Maluku Utara), Masruto Kasad (Sulawesi Tengah), Wa Ode Alfida (Sulawesi Tenggara), Rika Amelia (Banten) dan Gusnida (Kepri).

Penata musik direbut oleh Lidianto F Sihotang (Sumut), Mahdi Daeng Barang (Maluku Utara), Pebli Dwi Dinata (Sulawesi Tengah), Heri Kurniawan (Jambi) dan Aripin (Banten).

Sepuluh remaja penari terpilih diantaranya Aldiu W Rorey (Papua Barat), Ganggas Hatma Pramudia (DIY), I Gede Krisna Adi Putra (Bali), Annisa Tri Ismail (Jabar), Saida Adiningtya (DKI), Muh Nur Vadil (Sulawesi Selatan), Chaerunnisa (Riau), Valdo D Peniel (Papua), Giri Budaya (Jatim), dan Ikhsan Yovi Maulana (Sumbar).

Koreografer terlilih disematkan pada Rendy Saputra (Kepri), Thalita Ayu Safitri (Jatim), Ulan (Kalimantan Barat), Andi Muhammad Fathir (Sulawesi Selatan) dan Muhardi (Sulawesi Tenggara).

Sementara untuk penyaji tampilan terpilih diraih oleh Sanggar Castle Art (Maluku Utara), Sanggar SMK N 2 Gowa (Sulawesi Sekatan), Sanggar SMP N 26 Batam (Kepri), Sanggar Giri Budaya Gresik (Jatim) dan Sanggar Bathin Sembilan (Riau).

Gelaran ini benar-benar menjadi ajang selebrasi komunitas seni tari seluruh Indonesia. Disinilah ide-ide, imajinasi dan kreativitas seni tari diharapkan akan semakin berkembang.

“Puas dan bangga bisa tampil di GTR dan bahkan mampu meraih penghargaan. Apalagi sebelumnya mendapatkan peningkatan kapasitas melalui lokakarya dari para pakar tari Indonesia, hal ini menjadi kesempatan langka untuk transfer ilmu bagi seniman tari daerah. Layak disematkan bahwa Gelar Tari Remaja adalah ajang prestisius bagi seni tari remaja di Indonesia. Terima kasih Kemdikbud,” tutur Rendy Saputra, koreografer dari Kepulauan Riau. (Fik/KP)

 

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan