banner 728x90

Rayakan Ulang Tahun ke-35 Sequis Berikan Edukasi Kesehatan dan Digital pada Karyawan  

Spread the love

JAKARTA, INDEPENDENTNEWS.ID – Dalam rangka hari jadi ke-35 pada 29 Mei 2019, Sequis yang adalah salah satu perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan terkemuka di Indonesia, mengajak para karyawannya menjaga kesehatan dan bijak dalam dunia digital dengan memberikan pengetahuan tentang media sosial dan chat platform. Untuk mewujudkan hal ini, Sequis menggandeng beberapa mitranya, seperti RS Hermina, Paradigm Fitness Indonesia, agensi digital, dan publik figurValentino Simandjuntak, presenter olahraga sekaligus brand influencer.

Felicia Gunawan, Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis mengatakan kegiatan ini adalah kali pertama yang diadakan Sequis untuk para karyawan, yaitu merayakan hari jadi perusahaan melalui kegiatan seminar bugar & sehat (24/05) serta diskusi digital (27/05). Hal ini dilakukan karena Sequis menyadari bahwa karyawan adalah aset penting bagi perusahaan yang perlu dibekali dengan pengetahuan mendalam akan kesehatan dan digital. Selain itu, untuk mencapai visi perusahaan, yaitu menjadi pemimpin pasar di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia perlu didukung oleh karyawan yang bukan hanya produktif semata  tetapi juga harus melek digital sehingga mampu mengikuti arus perkembangan informasi di era teknologi digital.

Felicia menambahkan karyawan dapat menjadi produktif jika jasmani dan rohani mereka sehat. Untuk itu, Sequis memberikan pengetahuan bagaimana cara bugar dan sehat di tempat kerja. “Dengan mendapatkan pengetahuan langsung dari para ahlinya mengenai fakta, akibat, dan manfaat yang berhubungan dengan kesehatan di tempat kerja, karyawan akan termotivasi untuk hidup lebih sehat di tengah kesibukan bekerja,“ imbuh Felicia.

Cara Sehat dan Bugar di Tempat Kerja

Seringkali karyawan terjebak dalam rutinitas hingga lupa menjaga kesehatan dan gaya hidupnya cenderung tidak sehat akibatnya banyaknya penyakit yang mengintai karena kurangnya pengetahuan mereka tentang menjaga kesehatan. “Jarak kantor dari rumah yang jauh bisa membuat kita terburu-buru, tidak sempat sarapan, makan tanpa memperhatikan kandungan nutrisi, takaran yang tidak sesuai karena merasa sangat lapar, atau malah lupa makan karena sibuk kerja. Dalam perjalanan pergi dan pulang kantor, kita juga sering terpapar polusi dan di kantor terus menerus terpapar AC. Banyaknya pekerjaan menyebabkan kita harus duduk di ruang kerja di depan komputer dari pagi hingga malam, kurang istirahat, dan tidak sempat berolahraga. Jika hal ini terus menerus dilakukan, tentu tidak baik untuk kesehatan jangka panjang dan dapat merugikan diri sendiri maupun perusahaan,” imbuh Felicia.

Dr. Spesialis Kulit dan Kelamin RS Hermina Daan Mogot,  dr. Caecilia Swasti Indrati, SpDV yang menjadi pembicara dalam acara ini mengatakan bahwa kulit adalah salah satu indikator untuk mengetahui tingkat kesehatan kita. Gaya hidup yang buruk dapat memengaruhi kesehatan kulit, seperti kulit kusam atau gatal-gatal. Artinya, kita perlu waspada akan adanya suatu penyakit. Katanya lagi, kulit merupakan indikator penting dalam kesehatan seseorang. “Ada banyak penyakit yang bisa terdeteksi dini dari kondisi kulit. Misalnya, kulit yang terlalu kuning dapat berpotensi mengidap penyakit liver atau kanker melanoma yang bisa dilihat juga dari jenis tahi lalat. Kesehatan kulit sangat penting untuk dijaga. Ciri kulit yang tidak sehat antara lain bila kulit kusam atau tidak cerah dan kering maka orang tersebut berpotensi kurang nutrisi tertentu atau dehidrasi serta membutuhkan perawatan,” kata dr Caecilia. Kulit yang tidak sehat, biasanya rentan terkena iritasi. Dr Caecilia menganjurkan untuk melakukan tindakan preventif dengan rutin memakai sunscreen SPF minimal 30 dan moisturizer dalam aktivitas sehari-hari.

Kata Dr. Caecilia, ruangan kantor yangtidak terpapar matahari, tidaklah menjamin kualitas udara akan bersih atau bebas dari kontaminasi karena kurangnya sirkulasi udara bahkan bisa jadi mempermudah penyebaran penyakit seperti Sick Building Syndrome (SBS) yang rentan menyerang pekerja kantoran. SBS adalahsuatu situasi saat penghuni sebuah gedung mengalami penyakit atau efek yang tidak nyaman saat menghabiskan waktu yang lama di dalam sebuah gedung. Sejumlah gejala SBS secara umum merupakan kumpulan penyakit seperti flu, sakit kepala, iritasi tenggorokan, lemas, batuk bersin, pilek, dan sulit konsentrasi.

Ia juga menyarankan agar minum air putih secara teratur. “Di tempat kerja bisa jadi tidak selalu merasa haus karena ruangan ber-AC. Namun, sebaiknya banyak minum air putih, paling tidak minimal 2 liter sehari,” ujarnya. Ia juga menyarankan agar menjaga asupan gizi terutama dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung antioksidan, olahraga dua kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit, istirahat yang cukup dengan minimal tidur 6 jam sehari, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi alkohol,” Imbuh dr Caecilia.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh JJ Sweeney, Founder dan CEO Paradigm Fitness Indonesia. Katanya, menjadi karyawan tentu menyenangkan karena tidak selalu terpapar sinar matahari seperti pekerja lapangan akan tetapi tetap akan ada risiko menurunnya kesehatan di tempat kerja karena sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk dan kurang pergerakan fisik. Katanya lagi, karena sudah terbiasa, karyawan menjadi enggan melakukan pergerakan fisik. Akibatnya, kesehatan tubuh menjadi menurun. “Karena sudah menjadi kebiasaan maka ketika ada rasa sakit, seringkali kita pun mengabaikan rasa sakit tersebut, menganggapnya hanya sebagai sakit sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Misalnya, sakit punggung atau nyeri leher. Bisa jadi betul hanya sakit sementara karena kelelahan tapi ini sebenarnya sinyal yang dikirim oleh tubuh karena kita kurang gerak atau salah dalam melakukan gerak,” ujar JJ Sweeney.

“Mulailah bergerak aktif, karena dengan bergerak, pengaruh langsung yang terjadi pada tubuh dan pikiran kita adalah Anda akan merasa jauh lebih segar. Ketika mendapatkan ‘kesegaran’ itu, maka  Anda akan menjadi lebih produktif dan semangat bekerja“ ujar JJ Sweney.

Agar tetap bugar di tempat kerja, JJ Sweeney memberikan beberapa tips gaya hidup, seperti menyempatkan diri  melakukan latihan kebugaran yang diimbangi dengan aktivitas yang membuat tubuh bergerak, mengatur pola makan serta cukup istirahat. Paradigm Fitness yang terletak di pusat bisnis SCBD tepatnya di Sequis Tower memfasilitasi berbagai opsi latihan dengan metode terkini, peralatan canggih, serta pelatih yang memang ahli di bidangnya.

Sequis Ajak Karyawan Melek Digital

Selain seminar kesehatan, Sequis pun memberikan pengetahuan digital kepada karyawan bertajuk SmartGram! Menjadi Selebgram yang Smart. Ini adalah upaya Sequis untuk menyiapkan karyawannya memanfaatkan dunia digital dengan bijak. Seperti kita ketahui, dunia sudah menuju ke arah digital dan perkembangan digital telah membantu memudahkan mobilitas dan memungkinkan kita memegang kendali bahkan dari jarak jauh. Di Indonesia sendiri, populasi penggunaan internetdiketahui cukup masif. Hal ini telah mendorong meningkatnya penggunaan social network. Penggunaan media sosial sudah menjadi gaya hidup, soal kehidupan sehari-hari termasuk di tempat kerja menjadi content yang paling sering diupload masyarakat. Hanya dengan perangkat gadget/smartphone, apapun dapat diunggah kapan dan di mana saja.

Menurut Felicia, penggunaan media sosial yang makin meningkat tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan perusahaan mengontrol apa yang tiap hari diunggah oleh karyawan ke media sosial. ”Boleh membagikan informasi di media sosial tetapi harus bijaksana dan perlu mengecek dahulu kebenarannya,” imbuhnya.  Lebih lanjut Felicia menambahkan bahwa mengedukasi karyawan tidak bisa dijejali dengan aturan yang rumit seperti ancaman atau sanksi tapi harus dengan edukasi yang mengandung fakta, contoh, manfaat, dan menunjukkan caranya.

“Pada kegiatan bincang digital ini, kami menghadirkan para pakar sebagai  pembicara untuk berbagi pengetahuan tentang cara memanfaatkan sosial media. Kami ingin mengajak karyawan agar melek digital sehingga mampu memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan image dan reputasi positif perusahaan. Melalui seminar ini kami juga mengajak mereka untuk bijak menyebarkan informasi dari aplikasi chat sehingga dapat mengurangi terjadinya konflik akibat penggunaan media sosial yang tidak tepat. Menyebarkan informasi memang tidak boleh sembarangan. Salah sedikit bisa fatal, tambahnya lagi. Hal ini katanya jika karyawan menyebarkan informasi terkait perusahaan yang  salah atau sifatnya rahasia maka perusahaan harus menanggung akibatnya sehingga sedari awal perlu memberikan pengetahuan untuk meluruskan yang salah.

Yohanes Adrian Pramiadi, Lead UX Research Innovation Lab yang menjadi pembicara dalam acara ini mengatakan informasi yang dikeluarkan karyawan bisa beragam. Kadang kita tidak menyadari sudah posting atau chat yang bisa berakibat buruk kepada perusahaan. Misalnya, karyawan posting foto ruang kantor lalu menuliskan caption ‘ngantuk’, ‘bosan’, atau ‘stres nih’. Hal-hal kecil seperti itu juga harus diperhatikan. Perlu ada ada sosialisasi sejak orientasi karyawan baru atau dicantumkan dalam perjanjian kontrak,”  ujar Yohanes.

Lalu apakah perusahaan melanggar kebebasan karyawan untuk berekspresi di media sosial? “Apabila Anda  mempunyai followers yang banyak di media sosial, Anda dapat posting mengenai hal positif dari perusahaan. Misalnya, info terkini perusahaan ataupun produk terbaru yang dirilis di pasar”, tambah Puadi Redi, Selebgram & WebSeries Director.

Katanya lagi, karyawan yang memiliki followers di media sosial yang banyak akan memiliki impact yang lebih besar pada postingan mereka. Ia menyarankan agar karyawan memanfaatkan ini dengan cara menentukan konten yang positif dan sama dengan pesan yang dikeluarkan oleh perusahaan dan mendukung reputasi perusahaan, memahami demografi followersnya, gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Contoh sederhana yang dapat mendukung reputasi perusahaan, misalnya informasi terbaru dari kegiatan perusahaan yang dapat memancing atensi para followers untuk tahu lebih dalam.

Berbicara mengenai media sosial yang dapat berdampak negatif pada reputasi seseorang, lembaga, atau perusahaan seperti fenomena haters yang memberikan komentar negatif dan tidak patut. Valentino Simanjuntak (Jebret) yang merupakan presenter acara olahraga yang memiliki lebih dari 1 juta follower  ini memberikan tips cara menanggapi para followers yang masuk kategori hater. Katanya, karyawan yang memiliki followers banyak tentunya bisa dan mungkin pernah ditanggapi dengan komen negatif. Katanya, daripada menghabiskan energi untuk adu komen di media sosial malah memancing emosi, merusak reputasi dan meninggalkan jejak digital yang buruk maka sebaiknya memperhatikan content sebelum diposting atau memanfaatkan haters untuk meningkatkan jumlahfollowers.

Lazimnya selebgram menanggapi komentar negatif dengan membalas balik, block account sampai dengan melaporkannya ke pihak berwajib. Tapi saya lebih memilih memperlakukan haters sebagai haters yang setia. Artinya, saya menjadikan haters bermanfaat bagi saya. Banyak yang menjelekkan tapi  justru saya semakin dikenal.  Hal ini juga  berdampak pada peningkatan jumlah followers yang signifikan Selain itu, kadang haters juga memberikan saran yang dapat membangun diri saya menjadi lebih baik”, kata Valen. Ia menyadari bahwa mayoritas followers-nya adalah haters alias pendukung klub bola yang berlawanan dengan klub bola yang dibelanya. Namun, ia tetap mengelolanya dengan membuat konten  yang selalu membuat para haters  tetap engaged  dalam kolom komentar.

Valentino juga memberikan tips bagi para peserta seminar bahwa untuk  meraih kesusuksesan di ranah digital, seperti Instagram, hal pertama adalah menentukanpositioning  kemudian harus diikuti dengan menjaga positioning tersebut di dunia nyata. ”Saya memposisikan diri saya sebagai expert di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan secara konsisten saya share  konten-yang selalu terkait dengan topik sepak bola sehingga audiences pun akan menilai saya sebagai figur yang dapat menjadi rujukan terkait sepak bola,” ujarnya. Ia merasa hal ini cukup jitu dan  berdampak positif pada penngkatan jumlah followersnya.

Saran yang sama ia berikan pada karyawan Sequis. Katanya, bekerja di industri ini dapat dimanfaatkan dengan cara share content yang berkaitan dengan industri asuransi. “Banyak ilmu dan pengetahuan asuransi yang bisa di share yang dapat menjadi rujukan orang di sekitar kita dan dapat share-lah secara konsisten,” imbuhnya lagi. Hal ini tentu menarik karena pengetahuan asuransi tidak terbatas soal asuransi saja tetapi juga  dapat berupa tips mengelola keuangan dan kesehatan karena asuransi sangat dekat dengan  hidup sehat dan  mempersiapkan keuangan demi meraih hari esok yang lebih baik.

-0O0-

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan