banner 728x90

Melihat Potensi, Tim PKM PSH Unesa Kembangkan Sport Tourism di Tradisi Ojhung

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Tradisi adalah petunjuk yang hebat untuk kehidupan manusia – David Hume (Filsuf Skotlandia). Lihatlah, kutipan indah dari seorang filsuf Skotlandia menunjukkan bahwa mungkin tanpa mungkin manusia-manusia adalah sekumpulan orang yang buta terhadap kehidupan dengan diselemuti temaram sebuah cahaya.

Seni tradisi Ojhung yang hanya diketahui oleh sebagian orang utamanya di Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura. Ojhung merupakan seni pertarungan dengan saling memukul dan menangkis anggota badan lawan dengan menggunakan sebuah rotan yang ditengahi atau dipandu oleh seorang wasit.

Kesenian ini menonjolkan kekuatan fisik dari pemainnya. Seni ini dapat dimainkan oleh siapapun, baik orang remaja sampai dewasa, baik kaum laki-laki maupun perempuan. Tradisi yang masih berkembang di daerah Sumenep ini, dilakukan setiap satu tahun guna meminta atau memanggil hujan.

Para pemain ojhung ini dibedakan berdasarkan tiga klasifikasi yakni kelas ringan,sedang dan berat. Selain itu, dapat diikuti mulai dari usia remaja-dewasa bergantung kesanggupan peserta.

ASAL MULA OJHUNG

Seni tradisi ojhung mengalami dinamika yang khas dan memiliki sejarah yang panjang. Dinamika tersebut misalnya pertandingan yang semula dilakukan tanpa wasit dan tanpa henti sampai terjadi luka di pundak atau sampai salah satu petarung mengaku kalah, sekarang berganti menjadi petarung pertama yang berhasil melukai lawan, meski luka tersebut merupakan luka ringan.

Ritual ojhung diselenggarakan sebagai ritual tradisi pemanggil hujan yang dilakukan oleh masyarakat Sumenep Madura. Rangkaian kegiatan yang ada pada ritual ojhung bertujuan sebagai ajang berkumpul serta berkomunikasi masyarakat desa, dimana dalam rangkaian kegiatan ritual ojhung terdapat sebuah praktek komunikasi didalamnya.

Ojhung dari segi penyebarannya tidak hanya di Pulau Madura saja, tetapi beberapa kota seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo. Perbedaan antara ojhung di Sumenep dengan ojhung di daerah Jawa Timur lainnya adalah pada aturan permainan dan orkes pengiring. Selain itu terdapat perbedaan pada senjata yang dipakai.

Pada ojhung di Sumenep, menggunakan senjata yang terbuat dari rotan, sedangkan pada daerah lain ada yang menggunakan senjata yang terbuat dari serat pohon palem

PENGEMBANGAN SPORT TOURISM

Melihat potensi tradisi ojhung yang cukup menarik dan dapat dikembangkan di ranah yang cukup baik maka, mahasiswa Unesa menangkap potensi untuk mengembangkan seni tradisi ojhung dengan sport tourism.

Kegiatan ini diprakasai oleh mahasiswa asal Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (FIO Unesa) Febryansah Gilang yang menjadi penggerak untuk memacu mengembangkan sport tourism di Pulau Madura. Sport Tourism merupakan kegiatan wisata seraya berolahraga.

Olahraga dalam wisata bukan hanya bagi para profesional, tetapi untuk kalangan dapat merupakan segmen tertentu, yang meliputi komunitas professional maupun amatir.

Pariwisata dan olahraga merupakan dua disiplin ilmu yang dapat dipadukan sehingga memiliki kekuatan dan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada umumnya.

Oleh sebab itu pariwisata dan olahraga (Sport Tourism) saat ini mendapatkan perhatian besar baik dari pihak pemerintah, swasta, industri olahraga, industri pariwisata, akademis maupun masyarakat luas.

Sport Tourism atau Pariwisata Olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata dan olahraga di Indonesia.

Dalam mengembangkan sport tourism di wilayah Madura, tampaknya memiliki berbagai macam kesulitan. Karena, faktor wilayah yang cukup jauh, belum ada pihak yang membantu mempublikasikan seni tradisi ojhung dengan baik.

Namun, hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi tim PKM PSH Unesa. Dengan semangat melakukan kunjungan lokasi dan menempuh jarak puluhan kilometer demi pengembangan sport tourism yang lebih baik ini.

Seni tradisi ojhung memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sport tourism berbasis budaya. Dalam hal ini, sport tourism berbasis budaya menggabungkan kegiatan olahraga dengan kekuatan seni tradisi ojhung.

Sumber : Febryansah Gilang A.P. – Mahasiswa FIO Unesa

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan