banner 728x90

DMI Sinergi dengan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jawa Timur

Spread the love

SIDOARJO, INDEPNEWS.Com – Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VII Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Timur (DMI Jatim), M. Roziqi sebagai Ketua DMI Jatim mengatakan, Muswil ke VII DMI ini untuk memilih pimpinan yang baru lagi.

“Kemudian ada 5 program pokok yang akan dijalankan, yaitu program akustik, DMI punya mobil-mobil akustik yang setiap hari keliling untuk memperbaiki sound system di Masjid- masjid, ini yang digagas oleh pimpinan pusat yaitu pengadaan mobil akustik,” terangnya. Sabtu, (29/6/2019).

Lanjut Roziqi, Jawa Timur mendapatkan 19 mobil, dibagi ke kabupaten/kota kemudian mereka setiap hari harus jalan untuk memperbaiki sound system masjid.

“Yang kedua program bersih-bersih masjid, kita harapkan masjid-masjid ini bersih, bersih dalam arti bersih tempat sholatnya, bersih tempat wudhuknya, dan bersih semuanya. Kemudian program-program yang lain, management masjid, bagaimana mengelola masjid dengan baik,” tambahnya.

Secara administrasinya baik, bisa berkembang dengan baik, karena masjid bukan hanya untuk ibadah saja, tapi bisa bergerak di bidang yang lain seperti ada pendidikan baca Alqur’an, ada pendidikan Paud.

“Alhamdulillah Masjid-Masjid ini sudah ada pendidikan baca Alqur’an, pendidikan mulai dari Paud, tingkat dasar, tingkat menengah dan ada sampai pendidikan tinggi, nah ini antara lain kita bisa sinergi dengan Program Pemerintah Provinsi Jatim, yang disana ada Nawabakti satya terutama bhakti cerdas dan sehat, bhakti sejahtera, kemudian bhakti berkah,” ucapnya.

Masih dengan Roziqi, maka Gubernur Jawa timur saat ini sedang berusaha dalam rangka mewujudkan yang namanya Jatim Berkah itu memberikan uang kehormatan kepada Imam-imam Masjid sejumlah sepuluh ribu Imam Masjid se-Jatim.

“Walaupun itu kecil nilainya dua juta rupiah, tapi diharapkan bisa mengelola atau jadi Imam-imam yang baik, menjadi Pengelola-pengelola Masjid yang bisa didorong dengan adanya uang kehormatan ini bisa lebih semangat, menjadi lebih baik lagi kedepan,” terangnya.

Juga masih banyak program –program yang mungkin belum bisa terselesaikan dengan baik, antara lain sertifikasi tanah-tanah wakaf masjid, yang ini banyak tanah-tanah wakaf yang belum terselesaikan.

“Ini kita akan kerjasama dengan BPN, kerjasama dengan Kementerian Agama supaya bisa terselesaikan secara baik yang belum-belum,” lanjutnya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Dewan Masjid, Imam Addaru Qutni mengatakan, program-program kerja yang berjalan sudah bagus, tinggal memperkuat menajamkan perluasannya itu harus berbasis pada fungsi masjid yang bukan hanya sebagai tempat sholat.

Tapi masjid dengan pusat masyarakat, seperti kebutuhan hidupnya, maka masjidpun bisa memberikan dukungan apa yang diperlukan masyarakat, misalnya bazaar, bazaar itu juga memiliki alternatif tersendiri bagi masyarakat.

“Pilihan untuk belanja, juga bazaar ini semangat mencari karunia Alloh dengan lewat dagangan, itu juga sunnah Nabi, kemudian anak-anak di Masjid ini sebagai playstasion, pusat bermainnya anak, bukan anak Cuma belajar, tapi belajar yang dimaksudkan.

“Belajar hidup bersosialisasi sehingga konsep playstation yang diambil alih gadget itu boleh ditarik kembali, bukan gadget kemudian ke masjid, tapi masjid sebagai pusat bermain. Ini akan mentranspormasikan kehidupan anak menjadi lebih normal, lebih alami dan lebih manusiawi,” pungkasnya. (Ari)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan