banner 728x90

Dinamika Politik Nasional, FUI Jatim Nyatakan Empat Sikap, Apa Saja?

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Mencermati dinamika politik nasional pasca Pemilu Serentak 2019, kami rakyat Jawa Timur menyatakan bahwa :

1. Kehidupan bersama dalam kebhinnekaan telah mengalami gangguan serius karena rakyat muslim sebagai stakeholders terbesar NKRI sering diposisikan sebagai musuh negara, anti-Pancasila, radikal dan intoleran.

Kami menolak fitnah ini. Rakyat muslim Jawa Timur sebagai mayoritas masyarakat NKRI selama 50 tahun lebih telah berhasil membuktikan Indonesia sebagai negara yang aman dan damai dalam kebhinnekaan.

Gelagat perpecahan yang kini terjadi merupakan hasil dari narasi yang dibangun untuk membenturkan antara rakyat muslim dan anggota masyarakat beragama lain di Indonesia. Kami menduga ada gerakan neokomunisme yang kini sedang beroperasi di Indonesia untuk memecah belah rakyat Indonesia.

2. Pemilihan Presiden telah mengakibatkan polarisasi yang tajam antara pendukung peserta Pilpres. Polarisasi ini dimulai sejak kampanye yang diwarnai oleh banjir hoax yang pada akhirnya menguntungkan pasangan calon tertentu sebagai penguasa yang memiliki semua akses untuk memanfaatkan sumberdaya politik, anggaran dan birokrasi bagi keuntungan elektabilitas. Akibatnya adalah bagi Kami sulit mengatakan bahwa Pilpres 2019 telah berlangsung secara jujur dan adil.

3. Peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta telah menambah jumlah korban yang sudah berjatuhan sejak pemungutan suara 17/4/2019 hingga saat ini. Indikasi pelanggaran HAM berat oleh aparat Polri telah dilaporkan oleh Komisi Nasional HAM, media nasional, dan media asing.

Oleh karena itu Kami rakyat muslim Jawa Timur menyerukan :

1. Agar masyarakat yang beragama/ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, TNI dan POLRI, serta pemerintah semakin mewaspadai gerakan neokomunisme di Indonesia yang semakin terang-terangan mengkampanyekan paham anti-Tuhan ini secara terstruktur, dan sistemik.

2. Agar Mahkamah Konstitusi sebagai the Guardian of the Constitution mampu mengadili gugatan Pilpres secara konsepsional dan substantif demi menegakkan kejujuran dan keadilan sebagai asas-asas Pemilu, bukan sekedar menghitung selisih perolehan suara belaka.

Para hakim MK diminta untuk memeriksa seluruh prosedur dan tata cara Pilpres 2019 ini dengan prinsip bahwa hasil Pilpres yang sah harus diperoleh melalui proses yang sah pula. Kami menolak gagasan bahwa kemenangan hanya ditentukan oleh perolehan jumlah suara belaka tanpa memperhatikan prosesnya.

3. Agar Pemerintah dan penyelenggara Pemilu bertanggungjawab atas korban yang telah berjatuhan baik yang sakit maupun yang wafat sampai semua tahapan Pemilu Serentak ini dinyatakan selesai.

Kami meminta agar Komnas HAM membentuk Tim Pencari Fakta untuk menemukan oknum, kelompok dan lembaga yang bertanggungjawab atas korban Pemilu ini.

4. Meminta kepada aparat kepolisian tidak bertindak represif dan tidak melakukan penangkapan para Kiai, para Habaib, para Ustadz, para da’i, para aktivis dan tokoh masyarakat yang memperjuangkan hak konstitusionalnya.

Tuntutan kami rakyat muslim Jawa Timur ini disertai harapan agar kepercayaan masyarakat pada Pemerintah dapat dibangun kembali setelah menurun selama kampanye Pemilu Serentak 2019.

Kepercayaan, kedamaian dan ketertiban masyarakat hanya dapat dipulihkan dan kemudian diperkuat dengan mengembalikan keadilan dan kejujuran dalam proses-proses demokrasi sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh kemajemukan. Kami berkeyakinan bahwa tugas-tugas demokrasi tidak selesai di bilik suara, tapi justru dimulai sesudah Pemilu ini selesai.

Kiranya Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa merahmati dan melindungi NKRI dan bangsa Indonesia dari bala dan mara bahaya selama-lamanya. Aamiin.

Atas Nama Rakyat Muslim Jawa Timur :

1. Dewan Dakwah Islamiyah Jawa Timur
2. Front Pembela Islam Jawa Timur
3. PA 212 Jawa Timur
4. Dakwah Center Hidayatullah Jawa Timur
5. Aliansi Ulama Madura (AUMA)
6. Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) Bangil
7. Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Pasuruan
8. Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA)
9. PP Al Ishlah Bondowoso
10. PP Darul Quran Al Ghozali Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso
11. PP Darul Maghfur Lombok Kulon Wonosari Bondowoso
12. PP Al Jalil Jengganwah Jember
13. Persis Bangil
14. PP Rahmatan Lil Alamin Tuban
15. Jamaah Sholawat Nurul Mustofa Situbondo
16. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF)
17. Jamaah Ansharu Syariah Jawa Timur
18. Jama’ah Masjid Assalam Purimas Surabaya
19. Lembaga Kursus Al Qur’an Yayasan Masjid Al Falah Surabaya.
20. FORKOM (Forum Komunikasi) dan Jamaah Masjid Shalahuddin Puri Suryajaya
21. IKAPI (Ikatan Alumni PP Al Ishlah) Jawa Timur
22. Forum Komunikasi Muslimat Jawa Timur
23. Komunitas Hijrah Bunda Al Fatih Surabaya
24. LBH Pelita Ummat Korwil Jawa Timur
25. Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) Jawa Timur

Narasumber dan saksi yang hadir dalam konferensi pers Forum Umat Islam Jawa Timur di Hotel Pesonna Surabaya, Jl. Benteng No. 1, Kawasan Ampel, Kel Nyamplungan, Kec Pabean Cantikan, Kota Surabaya :

1. Prof. Daniel M. Rasyid, Ph.D.
2. KH. Ali Qarrar
3. Habib Muhammad Nizar, FUIB Pasuruan
4. Habib Aqil, Aswaja Bangil.
5. KH. Thoha Ma’shum PP Al Ishlah Bondowoso
6. Ust. Indra Hidayatullah
7. KH. Muhammad Zakariya Mukhtar (Pimp Ponpes)
8. KH. Ali Mudatsir (Pimp Ponpes)
9. KH. Fahim (PA212)
10. KH. Muhammad Ali Zubeir (IKAPI)
11. KH. Sudarno Hadi (DDII)
12. KH. Raisuddin (tokoh muda madura)

Sumber : Prof. Daniel M. Rasyid, Ph.D. – Humas Forum Umat Islam Jawa Timur (FUI Jatim)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan