banner 728x90

Agenda Visit Sumenep 2019 Akan Gelar Pesta Rakyat & Festival Ketupat

Spread the love

Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim saat membuka kegiatan “Pesta Rakyat Kupatan dan Festival Ketupat” di lokasi wisata Pantai Lombang tahun yang lalu (Foto : Ist)

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Pemerintah kabupaten Sumenep akan menggelar salah satu agenda Visit Sumenep 2019 yang berupa Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang bersamaan dengan Lebaran ketupat yang biasa digelar tujuh hari pasca lebaran Idul Fitri 1440 setiap tahun. Agenda ini akan mengambil lokasi di Pantai Slopeng Kecamatan Dasuk Sumenep.

Lokasi wisata pantai Slopeng ini memiliki panorama alam yang tersembunyi di kabupaten Sumenep, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur saat lebaran ketupat 2019. Dengan menyimpan keindahan alam yang khas dan alami, hamparan pasir putih yang menggunung mampu memberikan daya tarik lebih kepada para pengunjung.

Lokasi pantai Slopeng ini juga memiliki ciri khas yang berbeda dan tentunya juga tidak dimiliki oleh pantai lain, yaitu adanya banyak pohon siwalan di sekitar pantai, pohon kelapa dan juga pohon cemara udang, dan sejumlah fasilitas lain yang bisa dinikmati wisatawan.

Program Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang akan digelar di Pantai Slopeng tersebut merupakan serangkaian 40 program Visit Sumenep 2019 yang dilaunching pada bulan Maret kemarin oleh Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim. Dengan harapkan agenda ini dapat memanjakan wisatawan yang berkunjung saat lebaran ketupat 2019, Pemerintah Daerah akan menyuguhkan bermacam kuliner tradisonal secara gratis.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Carto, MM selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kabupaten Sumenepmengatakan kalau dalam pagelaran tersebut lebih mengangkat tradisi lokal. Sehingga adanya event tersebut nantinya benar-benar dapat dinikmati oleh para pengunjung.

“Modelnya mengangkat tradisi, tidak seperti dulu. Kita akan menggerakan masyarakat, sehingga benar-benar dinikmati oleh masyarakat, oleh rakyat,” terangnya, Senin (10/06).

Salah satunya menyediakan kuliner tradisional yang dibeli langsung kepada masyarakat sekitar pantai Slopeng. Nantinya setiap pengunjung akan mendapatkan makanan secara gratis saat berkunjung di Pantai Slopeng.

“Kita berdayakan masyarakat disana, masyarakat penjual soto, penjual rujak, penjual campor dan lain sebagainya untuk diberi uang sama kita untuk digratiskan pada pengunjung,” ungkap Carto.

Lanjutnya, “jadi kita punya anggaran Rp 10 juta pun jadi, kalau harga rujak, soto, campur dengan harga Rp 7 ribuan, kan dapat berapa puluh ribu porsi, kita berdayakan masyarakat di sana,” jelasnya.

Sesuai agenda Event Visit Sumenep 2019, Pesta Rakyat dan Festival Ketupat awalnya akan digelar di Pantai Lombang. Tetapi, setelah dilakukan kajian, dianggap cocok diletakan di Pantai Slopeng. Karena, event yang sama pernah terlaksana di Pantai Lombang tahun 2018 lalu. “Event Ketupatan tetap ada, tapi dialihkan di pantai Slopeng,” ungkap Carto.

Adapun alasan pemindahan tempat itu, lanjut Carto, karena Pantai Slopeng dianggap lebih strategis karena lebih dekat dengan permukiman warga.

“Kalau tempat di pantai Lombang masyarkat cukup jauh, sementara kalau di Slopeng masyarakat lebih dekat di sana. Dan kami yakin nanti lebih banyak yang berkunjung. Karena kalau di pantai Lombang lebih jauh dari pemukiman warga,” tutupnya.

(Yat/MS)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan