banner 728x90

PKPRI Minta Kapolri Tangkap Aktor Inteltual Kerusuhan 21-22 Mei

Spread the love

JAKARTA, INDEPNEWS.Com –
Ketua Umum DPN Partai Komite Pemerintahan Rakyat Independen, Dr. Sri Sudarjo menghimbau agar masyarakat bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, terkait situasi politik Nasional paska KPU mengumumkan hasil rekapitulasi Pilpres 2019. dalam sebuah pers realese (23/05).

Kontestasi politik sejatinya menghasilkan negarawan dan para kesatria, yang mampu menyelesaikan segala persoalan bangsa melalui jalan musyawarah mufakat yang konstitusional dalam bingkai NKRI, Pancasila dan UUD 1945, sehingga dapat membawa Bangsa ini menjadi bangsa yang besar.

“Kontestasi Pilpres 2019 telah usai, semua pihak harus menjadi kesatria. Jika ada ketidakpuasan soal hasil harus menggunakan kran kostitusional, dan tidak memaksakan kehendak yang jauh dari nilai-nilai Pancasila dan UUD1945 sebagai falsafah kehidupan berbangsa kita “, terangnya.

Sri Sudarjo juga mengintruksikan agar para kader dan simpatisan PKPRI yang ada dimanapun untuk bersama TNI dan Polri dalam upaya meneteralisir situasi melalui edukasi politik yang menyejukkan kepada masyarakat.

“Kader dan simpatisan PKPRI harus berorientasi kebangsaan dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, dengan menebar kesejukkan, kenyamanan dan memberi solusi-solusi terbaik pada masyarakat”, pintanya

Sementara menyikapi aksi 21-22 Mei PKPRI mendukung upaya TNI dan Polri dalam menindak tegas para Padalisme yang mengarah kepada kesurusuhan dan anarkisme, yang akan menghilakan rasa aman dan nyaman masyarakat yang cinta pada NKRI pancasila dan UUD 1945.

“Kapolri harus dapat menangkap aktor intelektual dibalik aksi 21-22 Mei yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka”, tandasnya.

Lebih lanjut Sri Sudarjo menjelaskan, upaya mendelitimasi keputusan KPU sama artinya dengan melawan Pancasila dan UUD. Karena kedaulatan rakyat telah dijalankan 17 April lalu dan mayoritas Rakyat telah memberikan amanahnya kepada H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin untuk memimpin Bangsa Indonesia lima tahun kedepan.

“Jika ingin menyampaikan, aspirasi ikuti saja aturan main yang ada, jangan berindak yang aneh-aneh apalagi mau melawan Pancasila dan UUD 1945”, terangnya.

PKPRI juga meminta para elite untuk tidak mengumbar ungkapan dan narasi-narasi yang kiranya akan menjadi kontra produktif untuk Persatuan Bangsa Indonesia, dan mencari benang merah untuk melakukan rekonsolidasi nasional.

“Kita berikan kesempatan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk menjalankan visi misinya, dalam membangun bangsa dan negara”, pungkasnya.

(SFRH)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan