banner 728x90

Lawyer Siswanto, SH & Partner Tempuh Langkah Hukum Terkait Kades Jajag Langgar UU Pelayanan Publik

Spread the love

BANYUWANGI, INDEPNEWS.Com – Berawal dari laporan warga masyarakat dusun Yosowinangun Rt 004 Rw 002 desa Jajag kecamatan Gambiran pada tanggal 14/5 mendatangi kantor desa Jajag yang beralamat di jalan Jend A Yani No 45 kecamatan Gambiran Banyuwangi Jawa Timur.

Sesuai permintaan warga sekertaris desa langsung membuatkan surat keterangan kematian dengan mengacu pada data buku desa terbuatlah surat keterangan kematian atas nama NGATEMi (76th) dengan nomor reg 474.3/…./429.517.02/2019 meninggal akibat sakit pada tahun 2008, tetapi kades Jajag secara langsung menolak tanda tangan ungkap warga pemohon pada team media 22/5 kemarin.

Sebagai kepanjangam tangan pemerintah daerah di pemerintahan desa kades wajib mendukung dan melaksanakan program pemerintah daerah dalam hal ini Bupati kepala daerah Banyuwangi Abdulah Azwar Anns mencanangkan program sistem pelayanan terpadu cepat, mudah yang berbasis oneline.

Pemerintah pusat dan warga masyarakat Banyuwangi sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, bahkan pemerintah pusat memberikan penghargaan pada Banyuwangi sebagai kabupaten kota terbaik se Indonesia.

Akan tetapi hari ini 14/5 klien kami yang selama ini begitu bangga menjadi warga masyarakat Banyuwangi yang telah sukses hingga menjadi daerah percontohan bagi kabupaten lain se Indonesia dengan beribu penghargaan yang diraih. Ternyata sosok kades Jajag kecamatan Gambiran dengan sengaja melawan undang – undang No 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik pasal 18 huruf (d), (i) ucap Siswanto SH dan partner yang berkantor di jalan Raya Grajagan No 64 Karetan kecamatan Purwoharjo Banyuwangi.

Siswanto SH yang sudah mengantongi surat kuasa dari ahli waris alm P. Karno dan alm Sutini pada tanggal 19 April 2019, bahkan hingga pemberitaan ini ditayangkan, Siswanto SH selaku lowyer sudah 2 kali melayangkan surat somasi pada kades Jajag tentang pelayanan publik.

Bahkan Siswanto, SH menjelaskan pada team media bahwa kini surat keterangan kematian untuk empat orang saudara kandung sekaligus sedarah dalam garis keturunan dan saat meninggalnya pun di alamat rumah yang sama di dusun Yosowinangun Rt 004 Rw 002 desa Jajag kini sudah selesai dikerjakan sekdes sesui dengan data yang ada di buku desa antara lain, pNgatemi (76th) meninggal akibat lanjut usia pada tahun 2008, Mat Saebani (78th) meninggal th 2010 akibat sakit, Jirah (68th) meninggal pada th 1968 akibat sakit, Karno (73th) meninggal pada th 1972 akibat sakit, dan ke empat orang tersebut merupakan saudara sekandung yang harus ditandangi kades Jajag di surat keterangan kematian yang hingga 3 hari kedepan dari surat somasi 23/5 pihak kepala desa Jajag tidak memberikan jawaban baik secara lisan maupun tertulis, Siswanto SH dan partner menjelaskan pada media dirinya akan menempuh langkah hukum.

( Iriek )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan