banner 728x90

Dianggap Tidak Berpihak Pada Rakyat, AMMB Nyaris Segel Kantor Bawaslu Sumenep

Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Puluhan masyarakat kepulauan Masalembu yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Masalembu Bersatu (AMMB), kembali melakukan demo ke kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumenep pada Kamis 9/5/2019.

Untuk kesekian kalinya kantor Bawaslu Sumenep kedatangan puluhan pengunjukrasa yang mempertanyakan perkembangan kecurangan pemilu 2019. Setelah kemarin kedatangan ratusan pengunjukrasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 02 yang meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Gili Genting dan Saronggi.

Sekitar pukul 10.19 WIB ratusan pengunjuk rasa tiba di depan kantor Bawaslu Sumenep. Mereka membawa berbagai macam poster yang bertuliskan tuntutan perkembangan penindakan kecurangan pemilu 2019. Salah satu poster ada yang bertuliskan, “Bawaslu Jangan Tidur, Masalembu Damai Bukan Maling Suara.”

Para pengunjuk rasa menyampaikan orasinya secara bergantian, salah satu  koordinator lapangan (korlap) unjuk rasa berteriak dengan lantang, dalam orasinya mengatakan, “pihak Bawaslu jangan coba-coba berpolitik dan jangan coba-coba main mata,” teriaknya.
“Tangkap dan adili Darul Hasyim caleg DPRD dari PDIP dapil VII, karena dialah aktor dibalik tercoblosnya surat suara di beberapa TPS saat pemilu kemarin,” teriak salah satu korlap yang lain.

Massa pengunjukrasa mendesak pihak Bawaslu menemui para demonstran, tetapi gagal karena ketua dan semua anggota Bawaslu berada di Surabaya dengan alasan mengikuti rapat pleno rekapitulasi di tingkat provinsi Jawa Timur.

“Ketua dan semua anggota Bawaslu mengikuti rapat pleno rekapitulasi tingkat provinsi Jawa Timur,” ungkap salah satu anggota panwascam yang kebetulan berada di kantor Bawaslu saat menemui demonstran.

Serentak para demonstran maju satu langkah untuk berusaha menerobos dan akan menyegel kantor Bawaslu Sumenep, karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

“Saya siap jiwa raga, kita tidak takut mati dalam perjuangan, jadi kami mohon kepada bapak-bapak polisi untuk mengijinkan kami menyegel kantor Bawaslu ini. Karena Bawaslu sudah tidak berpihak kepada rakyat. Surat sudah kita layangkan dua hari yang lalu, tetapi kenapa kita ditinggal dan dibiarkan begitu saja,” tegas Supyadi, SH selaku kuasa hukum masyarakat Masalembu dalam orasinya.

Negosiasi berlangsung alot antara pihak kepolisian sebagai fasilitator dengan massa demonstran. Akhirnya dari pihak demonstran diijinkan 2 orang perwakilan untuk masuk ke dalam kantor Bawaslu guna memastikan kalau ketua dan semua anggota Bawaslu tidak ada di ruangannya.

Akhirnya para demonstran membubarkan diri dengan tertib dan menyayangkan, ternyata pihak Bawaslu telah menghentikan laporan masyarakat Masalembu tentang kecurangan yang terjadi di beberapa TPS di kecamatan Masalembu. Mereka berjanji tetap akan mengusut kasus tersebut sampai ke Mahkamah Konstitusi.

 

(Ainul/sLeh)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan