banner 728x90

Visit Sumenep 2019, Komisi IV DPRD Sumenep Minta Pemkab Mendata Potensi Wisata Desa

Spread the love
SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep Farid Afandi menyampaikan, item kegiatan yang ada pada visit Sumenep 2019 itu harus mencerminkan budaya lokal di Kabupaten ini, sehingga memiliki ciri khas yang tidak hanya sekadar seremonial belaka. Pasalnya event pariwisata ini dikemas dalam kegiatan spektakuler Visit Sumenep 2019 yang menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep.
“Agenda visit Sumenep harus bisa melestarikan dan meningkatkan budaya lokal, semisal ludruk, topeng dan kesenian lain yang nyaris punah dan masih belum digemari kalangan milenial. Agenda kegiatan visit yang akan digelar di 2019 ini harus bisa mencerminkan kebudayaan dan kesenian lokal,” ungkapnya pada Selasa (9/4/2019).
Menurut Farid Afandi, untuk menjadi ikon pariwisata kota keris ini populis dan memiliki daya tarik pengunjung untuk datang ke Sumenep, harus diupayakan mempertahankan nilai – nilai kebudayaan lokal.
“Kami tidak mau hanya sekadar formalitas dan menunjukkan sikap hura – hura yang secara manfaat tidak begitu dirasakan bagi masyarakat di kabupaten Sumenep ini, kita ingin ada budaya lokal yang ditonjolkan sehingga akan menjadi ciri khas Sumenep ini,” jelasnya pada awak media.
Pelaksanaannya juga harus lebih maksimal dari tahun 2019. Karena yang  terpenting program itu harus mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Madura khususnya kabupaaten Suemenep.
“Kegiatan itu juga harus memberikan ekses nyata bagi bangkitnya perekonomian kelas menengah. Minimal warga di lokasi kegiatan. Bahkan, kami menginginkan bangkitnya ekonomi secara masif di kabupaten Sumenep. Dengan kegiatan itu, para wisatawan datang dan akan menghabiskan uangnya di sini,” ungkapnya.
Tambah Farid, program visit ini juga harus memiliki nilai meningkatnya wisata desa. Dimana sejumlah desa di kabupaten Sumenep ini memiliki potensi destinasi wisata menarik yang belum mendapatkan perhatian khusus.
“Wisata desa harus menjadi icon bagi program visit ini. Oleh karenanya Pemerintah kabupaten Sumenep dituntut untuk mendata potensi wisata di setiap desa. Sehingga, saat pengunjung datang banyak suguhan yang bisa tawarkan, semisal wisata Desa Pujon Kidul, Malang,” ungkapnya.
Maka dari itu dia meminta pemkab agar lebih konsern melakukan komunikasi dengan desa untuk bisa menginventarisir potensi wisata desa yang bisa dikembangkan. Khususnya wisata yang bisa menarik wisatawan datang ke kota Sumenep ini.
“Kami sangat menginginkan adanya desa wisata di Sumenep yang mampu menjadi wisata alternatif bagi pengunjung. Sebab, ini menjadi trend, dan membantu desa dalam upaya meningkatkan PADesnya melalui sektor wisata,” tambahnya.
Pada 10 Maret 2019 lalu saat Grand Opening Visit Sumenep 2019 di Kawasan Pantai Slopeng Sumenep, Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim menyampaikan, bahawa program visit merupakan upaya membangun dan mengembangkan potensi wisata di ujung timur pulau Madura, agar bisa memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep.
Lanjut Bupati, karena Kabupaten Sumenep dikaruniai potensi sumber daya alam, tradisi, sejarah, dan budaya yang begitu luar biasa. Untuk itu harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program Visit Sumenep 2019.
“Tahun ini, ada 40 event wisata di Sumenep, empat diantaranya berskala Internasional. Semoga, visit Sumenep 2019 ini akan lebih baik, baik dari sisi pelaksanaan, kunjungan wisatawan, pengelolaan event maupun pendukung lainnya,” terangnya.
Bupati Sumenep dua periode ini mengatakan, untuk meningkatkan kualitas event wisata, bukan kuantitasnya. “Saya harap ke depan event wisata di Sumenep jangan lagi mementingkan kuantitasnya, akan tetapi diutamakan event-event wisata “berkelas” dan bisa menyedot perhatian wisatawan sesuai dengan karakter dan potensi kabupaten Sumenep,” tutupnya.
(Ainul/MsLeh)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan