banner 728x90

Tambak Udang Ilegal di Pakandangan Barat Resmi Ditutup Satpol PP

Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Satpol PP resmi menututup tambak udang ilegal di desa Pakandangan Barat kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur pada Rabu 10 April 2019.

Adapun pernyataan penutupan tambak tersebut dinyatakan oleh Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso.

Dalam kasus penutupan tambak udang ilegal yang berlokasi di Desa Pakandangan Barat tersebut, Fajar mengatakan karena memang sudah menjadi keputusan tim dan atas adanya dasar surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep yang dilampirkan untuk disampaikan kepada pengelolah tambak, sehingga pihaknya merasa sangat perlu mengadakan penutupan terhadap tambak tersebut.

“Penutupan Tambak udang itu sudah keputusan tim, dan surat dari bapak sekda agar disampaikan kepada pengelolah disana,” terang Fajar saat di wawancarai oleh awak media di ruangannya.

Fajar menambahkan penutupan tambak udang itu karena disebabkan cacat administrasi terkait perijinannya, dari segi lokasi tempat sampai kepengelolaan tambak tidak mempunyai ijin resmi dan lengkap dari Dinas Perijinan Kabupaten, seperti halnya pengajuan lokasi tambak pada tahun 2015 di tolak oleh Dinas Perijinan, serta pada saat pengajuan pihaknya tidak diberi tahu.

“Pertama pada Tahun 2015 mengajukan lokasi tapi ditolak oleh perijinan, akan tetapi aktivitas itu masih ada dan kami pun tidak tahu, pada saat pengajuan dulu kami juga tidak diberi tahu, baru setelah ada ribut-ribut tahun ini kami langsung disuruh nutup oleh perijinan” ujarnya.

Dari hasil pantauan awak media, bahwa adanya ketidak puasan dari pihak pengelola tambak, sehingga sesuai informasi yang didapat pihak pengelola tambak tersebut akan melakukan aksi demo dari pihak pengelola tambak yang saat ini telah resmi ditutup, akan tetapi Kabid Trantibum Fajar melanjutkan pihaknya menepis informasi itu dan tidak mempermasalahkan adanya aksi demo dari pengelola.

“ya, tidak apa-apa mungkin mereka tidak tahu, kita hadapi saja kita kan hanya mencegah agar tidak terjadi anarkis,” tegasnya.

Perlu diketahui terkait kasus penutupan tambak udang yang berlokasi di Desa Pakandangan Barat kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep benar atas dasar ketegasan pemerintah terkait pelangaran – pelanggar yang telah dilakukan oleh pengelola tambak seperti Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 2018, Peraturan Presiden nomor 51 Tahun 2016, Peraturan Daerah kabupaten Sumenep nomor 8 Tahun 2018, serta Peraturan Bupati Sumenep nomor 78 tahun 2018 yang saat ini sudah dilakukan, dan penutupan tersebut juga diketahui dan dihadiri oleh pihak Forpimka, Dinas Perijinan, dan Satpol PP.

“Penutupan Sudah dilakukan hari ini, pada saat penutupan juga ada Forpimka, Dinas Perijinan, dan Satpol PP, serta spanduk sudah dipasang TKP,” pungkas Fajar.

Pada kesempatan yang sama fajar berharap masyarakat setempat tidak terganggu dengan adanya tambak ilegal itu, masyarakat menjadi tenang, tidak terancam dengan adanya hal seperti itu, serta terhindar dari polusi bau. Bahkan pihaknya menghimbau kepada pengelola – pengelola usaha atau yang baru mendirikan usaha agar berhati – hati dalam pengurusan perijinan usaha dan semua ijin usaha yang akan di buka harus benar – benar komplit.

( Saleh )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan