banner 728x90

“Pesan Penting” Terkait Shalat Bagi Seorang Muslim

Spread the love

SUKOHARJO, INDEPNEWS.Com – Shalat Ibarat alat komunikasi,  maka Shalat adalah sarana komunikasi antara hamba dengan Rabbnya. Shalat juga sarana meminta pertolongan, curhat, mengadukan segala masalah,  memohon perlindungan,  kepada Allah Ta’ala.

Berikut wawancara bersama Ustadz Saifudin, Lulusan S1 Al Azhar Kairo Mesir,  S2 UIN Bandung, Mahasiswa  Program Doktoral,

Dosen LSUQ Bandung serta Direktur Pondok Pesantren Modern  Muhammadiyah Cabang Weru, Sangen, Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

-Apa makna Shalat secara bahasa?

Shalat, secara bahasa adalah “doa”, “rahmat” dan “ibadah” (Mu’jam Al Ma’ani)

Secara istilah syara’, “ibadah yang telah ditentukan waktu dan pelaksanaanya,  diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan taslim” (Fiqih Muyassar Bab Shalat).

-Benarkah Shalat sebagai pembeda antara mukmin dan kufur?

Betul. Shalat adalah batas pembeda antara mukmin dan kufur.  Hal ini bisa dibaca dalam hadist yang artinya

“Sesungguhnya (batas) antara seorang (mukmin) dan antara syirik maupun kufur adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim No. 82)

Ibarat alat komunikasi,  maka Shalat adalah sarana komunikasi antara hamba dengan Rabbnya. Sarana meminta pertolongan, curhat, mengadukan segala masalah,  memohon perlindungan,  kepada Allah Ta’ala yang artinya

“Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45).

-Lantas,  dengan cara apa lagi berkomunikasi dengan Allah SWT, jika tanpa Shalat?

Shalat kewajiban bagi setiap orang beriman adalah Shalat sepetti dipesankan Allah kepada manusia,

di dalam Al Qur’an yang artinya

“Dan dirikanlah Shalat,  dan tunaikanlah zakat,  dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk” (QS.  Al Baqarah 43). Begitu juga Allah menegaskan kembali dalam firman-Nya di Al Qur’an yang artinya

“Sungguh Shalat itu atas orang-orang beriman kewajiban yang ditentukan waktunya” (QS.  An Nisa 103). Kita bisa lihat lagi juga dalam ayat di Kitab Suci Al Quran

“Dan tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat…” (Q.S Al-Baqarah: 110).

Pesan Allah terkait Shalat sangat jelas di Al Qur’ an. Bagaimana dengan dalil di Hadist apa juga menerangkan tentang Shalat juga?

Dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan yang artinya, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku Shalat” (HR. Al Bukhari No. 628)

Dalam kaidah Ush’ul Fiqh,  setiap perintah dalam Al Qur’an maupun Hadits,  menunjukkan kewajibannya,  kecuali ada dalil lain yang merubahnya menjadi sunnah atau mubah.

-Dari sekian perintah Shalat, ada Shalat sunnah (nafilah) dan ada shalat fardhu. Bisa dijelaskan Sholat fardhu?

 Begini perintah shalat fardhu adalah wajib dilaksanakan bagi setiap mukmin. Sehingga,  siapa yang meninggalkannya, telah jelas melanggar perintah Allah Ta’ala dan RasulNya. Bahkan, dengan tegasnya,  Abdullah Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,  menyebutkan

“Siapa yang tidak Shalat, maka tidak ada agama baginya” (Muhammmad bin Nashr Al Marwazi, “Ta’zhim Qadri As Shalah”, hlm.  935)

Bagaimana seorang muslim yang berani meninggalkan Shalatnya?

Bagi yang seorang muslim yang berani meninggalkan Shalat akan menghadapi konsekuensinya sendiri dihadapan Allah dan  mendapat pertanggungjawaban.

Disamping itu orang yang meninggalkan Shalat,  maka ia telah kehilangan kesempatan dan sarana berkomunikasi dengan Allah  Ta’ala.

Apa hikmah Shalat bagi yang menjalankannya?

Setiap Syariat dalam Islam, memiliki hikmah bagi orang yang melaksanakannya. Baik di akherat maupun di dunia ini.

 Sebagai contoh,  sedekah di jalan Allah akan membuka pintu keberkahan dan memperbanyak rezeki. Shaum, mengantarkan pada jenjang ketakwaan. Haji yang mabrur,  membawa ke surga.Dan banyak lagi hikmah perintah Allah yang mengandung hikmah yang luar biasa buat manusia itu sendiri. Sesungguhnya Allah sangat sayang kita semua.

Demikian halnya Shalat, diantara hikmahnya adalah pertama mencegah diri dari berperilaku buruk. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala, yang artinya

“…Sungguh Shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sungguh mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya)…” (QS.  Al Ankabut: 45).

Oleh karenanya, jika ada orang yang perilakunya buruk, maka, yang pertama yang harus diperbaiki adalah Shalatnya.

Kedua  hikmah Shalat adalah penggugur dosa. Seperti yang ada dalam Hadist yang berbunyi

“Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat lainnya, Ramadhan ke Ramadhan lainnya, itu menghapus dosa di antara keduanya selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim No. 233)

Mungkin ada pertanyaan, kenapa dosa harus dihindari, sebab,  dosa adalah penghalang akan datangnya rahmat karunia Allah pada seseorang. Oleh karenanya,  dosa harus digugurkan.

Ketiga menjadi cahaya dan sarana keselamatan.Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Hadist yang artinya

“Siapa yang menjaga Shalat lima waktu, maka Shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan tidak pula mendapat keselamatan. Pada hari kiamat kelak, orang yang tidak menjaga shalatnya, akan berada bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf” (Musnad Ahmad 2/169)

Keempat hikmah Shalat adalah sarana pembersihan diri. Seperti yang disebutkan di Hadist yang artinya

“Shalat lima waktu itu seperti sebuah sungai, airnya mengalir melimpah di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali” (HR. Muslim 668)

Dan banyak lagi hikmah yang terkandung dalam Syariat Shalat.

Ibadah Shalat adalah anugerah utama bagi seorang muslim  dan jangan sampai disia-siakan. ( Fik )

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan