banner 728x90

SW : Sebuah Keniscayaan Pemain NTB dalam Squad Timnas

Spread the love

SRI WARDANY membentuk embrio wadah pembinaan di Lingsar Kabupaten Lombok Barat (Foto : SFRH) 

LOMBOK BARAT, INDEPNEWS.Com – Sepakbola modern saat ini, bukan lagi hanya sekedar hobi melainkan telah dapat menjadi profesi untuk dapat kearah sana tidak bisa dilakukan secara instan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sri Wardany, Ketua Srikandi Forum Sekolah Sepak Bola (FOSSBI) NTB dalam jumpa pers Lombok Barat (23/10).

Sri Wardany yang akrab dipanggil SW selama ini memang konsen dalam pembinaan sepak bola usia dini di NTB memaparkan dalam membina sepak bola butuh komitmen dan dedikasi yang tinggi. Selain membina keterampilan Teknik dan Skill bermain bola, jika juga harus mampu membina mental anak-anak, hingga dapat menjadi pesepakbola yang berkarakter

“Antusias anak dalam bermain sepakbola di tiap desa yang ada di NTB merupakan aset besar Daerah yang harus terus kita gali dan kembangkan,” terangnya.

Untuk menggali potensi dan mengeplorasi talenta-talenta pemain sejak Usia Dini, SW telah melakukan berbagai upaya mulai dari membentuk wadah-wadah pembinaan di Desa hingga penyelenggaraan pertandingan yang rutin, berjenjang dan berkelanjutan.

“Untuk mensinergikan program pemerintah 1 desa 1 lapangan, wadah-wadah pembinaan harus hadir di tiap Desa yang nantinya hasil pembinaan dapat kita evalusasi melalui pertandingan-pertandian resmi baik Kejuaraan Nasional FOSSBI, Piala Soeratin, dan Piala Menpora RI,” tandasnya.

Lebih lanjut SW yang juga merupakan Caleg DPRD Provinsi NTB Dapil 2 dari PDI P mendetailakan Indonesia sejak akhir 2017, lalu telah memiliki Filosofi Sepakbola Indonesia (FILANESIA) yang menjadi dasar dalam pengembangan pembinaan sepakbola ke seluruh daerah guna menjadikan Timnas yang mampu bersaing di kancah Internasional.

“Kalo NTB ingin berkembang, dalam melakukan pembinaan di seluruh daerah saat ini kita tidak boleh melenceng dari FILANESIA, baik dalam sesi latihan rutin hingga kompetisi,” tegas SW.

SW juga mengakui bahwa dalam melakukan pembinaan, wadah-wadah pembinaan masih banyak kekurangan yang dimiliki, misalnya SDM (Pelatih dan Perangkat Pertangingan yang Berlisensi), Kondisi Lapangan, hingga alat kelengkapan latihan.

“Untuk itu saya mencalonkan diri dalam legeslatif 2019, agar ada perwakilan yang dapat menyuarakan olahraga khususnya sepak bola di Pemerintah melalui DPRD NTB,” ungkapnya dengan optimisme.

Sepakbola NTB harus bangkit dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain, indikator kemajuan itu sudah mulai nampak dengan trophy Tim Fair Play yang diraih FOSSBI NTB dalam gelaran Piala Menpora RI U12 di Balikpapan Agustus kemarin. Maka untuk itu SW mengajak semua pihak untuk dapat mensuport pembinaan sepakbola di NTB.

“Meningkatnya prestasi pemain-pemain NTB, membuat saya optimis, akan menjadi keniscayaan akan adanya pemain NTB dalam Squad Timnas,” Pungkas Caleg No 5 PDI P Dapil Lobar dan KLU.

 

(SFRH)

banner 468x60
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan