banner 728x90

Meriahnya Kirab Tumpeng Beragam Bentuk di Surabaya

Spread the love

SURABAYA, INDEPNEWS.Com – Tak kalah dengan masyarakat di wilayah Mataraman, warga Kota Surabaya juga mempunyai tradisi sedekah bumi. Ratusan warga Kota Pahlawan itu menggelar kirab tumpeng berbentuk hewan, serta gunungan dari buah dan sayur.

Tradisi sedekah bumi ini digelar masyarakat Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep. Mereka mewujudkannya dengan kirab tumpeng mengelilingi kampung.

Tumpeng-tumpeng yang mereka buat bentuknya cukup unik. Ada yang berbentuk ayam, singa, naga dan gunungan yang semuanya berisiikan berbagai buah-buahan dan sayuran.

Kirab tumpeng ini berakhir di Punden Mbah Singo Djojo, tokoh yang diyakini warga setempat sebagai leluhur kampung. Di tempat ini, tumpeng menjadi rebutan warga setelah didoakan.

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji juga hadir dalam sedekah bumi tersebut. Menurut wawali, sedekah bumi menjadi salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur.

“Acara sedekah bumi bagi kami Pemerintah Kota Surabaya selalu dikembangkan. Karena ini merupakan bagian dari warisan budaya asli kita. Budaya bersyukur ini harus kita jaga dan lestarikan,” kata wawali di lokasi kirab tumpeng, Minggu (7/10/2018).

Selain itu, lanjut Wisnu, sedekah bumi juga menjadi sarana untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kota Surabaya. Terlebih lagi saat ini memasuki tahun politik.

“Kerukunan ini adalah nikmat yang luar biasa. Jangan mau nantinya terpecah belah. Apalagi memasuki tahun politik semuanya memiliki pilihan yang berbeda. Sebab Kota Surabaya ini paling bisa dicontoh oleh masyarakat di luar Indonesia karena kerukunan umat beragamanya,” ungkapnya.

Sementara Panitia Sedekah Bumi Kelurahan Made Suheri menjelaskan, tradisi ini sudah digelar turun menurun sebagai wujud syukur masyarakat usai panen raya. Selain itu pihaknya ingin menjaga warisan kearifan lokal di Kota Surabaya yang mulai terkikis oleh kemajuan zaman.

“Acara ini kami gelar sebagai wujud syukur kita kepada leluhur dan yang kuasa atas rejeki nikmat yang telat dibetikan kepada kami. Kalau ditanya sejak kapan digelar. Sejak saya kecil acara ini sudah ada,” tandasnya.

 

( Sin )

banner 468x60
author

Author: