banner 728x90

Wakapolda Kalbar Ajak Masyarakat Hindari Narkoba & Santun Bermedsos

Spread the love

BENGKAYANG, INDEPNEWS.Com – Dalam era Globalisasi membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Namun kita tidak dapat menutup mata dengan kencangnya arus globalisasi. Dampak negatif dari globalisasi adanya pergeseran nilai dan norma yang hidup ditengah masyarakat tradisional. Serta perdagangan narkoba dari luar hingga kedalam negeri serta daerah Kalimantan barat khusus nya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Dra. Sri Handayani, MH, saat memberikan sambutan  pada Peresmian Gereja Katholik Paroki Santo Mikael di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang Sabtu, (29/09/2018).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, para pastor serta warga masyarakat Kecamatan Jagoi Babang.

“Perlu saya sampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan pelanggaran hukum dan dapat diancam dengan pidana, terlebih menjadi bagian dari sindikat peredaran barang barang terlarang tersebut, ancaman pidana hukuman mati”, ucap Wakapolda.

Ancaman narkoba bervariasi mulai dari 1 tahun hingga 20 tahun pidana bahkan dikalbar sudah ada 15 atau 16 orang yang di vonis hukuman mati, bahkan dengan denda mulai satu juta hingga miliyaran rupiah. “Polda kalbar pada tanggal 18 dan 19 September lalu kembali mengungkap kasus narkoba dengan total barang-bukti seberat 3,1 Kg Sabu, dengan 8 orang tersangka”, tambahnya.

Begitu juga terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019,  Wakapolda Kalbar menghimbau warga agar tetap menjaga stabilitas kamtibmas, menjaga persatuan dan kesatuan menjelang Pemilu 2019.

“Pemilu yang berkualitas tidak akan terwujud tanpa adanya stabilitas sosial , politik dan keamanan yang baik”, sambungnya.

Polda Kalbar berkomitmen untuk mengawal jalannya pelaksanaan pemilu 2019 ini dengan menggelar Operasi Kepolisian Mantap Brata Kapuas-2018 mulai 20 September 2018 selama 397 hari kedepan untuk mengamankan tahan-tahapan Pemilu.

Diakhir sambutannya, Wakapolda Kalbar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang khususnya Jagoi Babang untuk  membiasakan kritis dalam menyikapi berita-berita hoax, Check dan Rechek serta Final Chek informasi yang didapat.

“Jangan mudah dipecah, diadu domba oleh berita hoax atau berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Polri berkomitmen untuk mengejar pelaku penyebar hoax”, tutup Brigadir Jenderal Polisi Dra. Sri Handayani, MH.

 

(Mia-Red)

banner 468x60
author

Author: