banner 728x90

Terkait Cap Jempol Darah, Nasip Guru Honorer Bagaikan Anak Tiri

Spread the love

BEKASI, INDEPNEWS.Com – Guru adalah salah satu peran serta untuk mencerdaskan anak bangsa, namun dibalik semua itu nasip guru honorer di wilayah Kabupaten Bekasi belum mendapat kesejahtraan yang layak. Karena nasip guru honorer yang diduga bagaikan anak tiri telah melakukan tanda tangan cap jempol darah sebagai bentuk solidaritas tenaga pendidik SD dan SMP dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam wadah Front Perjuangan Honorer Indonesia (FPHI) atas ke kekecewaan mereka kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi sehingga melakukan tanda tangan cap jempol darah di atas kertas putih.

Rahmatullah mengatakan, bahwa dalam solidaritas yang dilakukan para guru honorer  melakukan penandatanganan cap jempol darah bertujuan untuk memperjuangkan nasib para guru honorer, agar segera mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin sebagai tenaga kerja kontrak atau Guru Honorer serta mendapatkan upah yang layak dari dana APBD kabupaten Bekasi atau setara dengan Upah Minimal Kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2017, minimal per-bulan sekitar  Rp. 3.000.000,-” ujar Rahmatullah.

Rahmatullah menjelaskan, bahwa guru honorer melakukan penggalangan Solidaritas tanda tangan cap jempol darah yang dilakukan oleh kawan – kawan para pendidik honorer di Kabupaten Bekasi terpaksa mereka lakukan, karena selama ini pihak Eksekutif dan Legislatif di Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi tidak pernah merespon secara positif jeritan batin nasib para guru honorer yang diduga bagikan anak tiri,” ujarnya.

Masih kata Rahmatullah, bahwa seluruh guru honorer telah melakukan tanda tangan cap jempol darah yang sudah terkumpul di atas kertas putih sebanyak 365 orang guru honorer di Kabupaten Bekasi. Dalam waktu dekat akan bersama-sama menyerahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bekasi, agar tuntutan guru honorer kabupaten Bekasi segera dikabulkan,” kata Rahmatullah.

Faisal sebagai koordinator aksi guru honorer mengatakan, bahwa adanya penggalangan tanda tangan cap jempol darah dalam Solidaritas wadah Front Perjuangan Honorer Indonesia (FPHI) di wilayah Kecamatan Setu menjelaskan jika ditotal seluruh guru honorer di Kabupaten Bekasi kurang lebih jumlahnya berkisar 12.000  sampai 13.000 orang,” ujar Faisal.

Fasial menjelaskan, bahwa solidaritas para guru honorer melakukan tanda tangan cap jempol darah, sejak hari Senin hingga hari Rabu yang dilakukan dalam wadah Front Perjuangan Honorer Indonesia (FPHI) di kecamatan Setu bertujuan, agar para nasib guru honorer dapat diperhatikan oleh Bupati Bekasi dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Di sisi lain salah satu guru honorer berinisial IW di wilayah Tambun Selatan saat di temui wartawan mengatakan, bahwa guru honorer melakukan tanda tangan cap jempol darah bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, maka kami rela darah kami digoreskan di atas kertas putih demi titik darah penghabisan,” ujarnya.

Guru honorer berinisial IW menegaskan, dengan tanda tangan cap jempol darah kami rela darah dan nafas kami korbankan demi untuk mencerdaskan anak bangsa, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi tidak melihat nasip yang kami alami selama ini mengabdi untuk bangsa demi mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Dengan adanya Solidaritas para guru honorer melakukan penggalangan tanda tangan cap jempol darah, dengan harapan Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dapat melihat penderitaan nasip guru honorer yang selama ini diduga bagaikan anak tiri.

 

(Irma Wulan)

banner 468x60
author

Author: