banner 728x90

RSUD Sumenep Raih Penghargaan Predikat Silver P2HIV/AIDS dari Menakertrans RI

Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – RSUD Sumenep meraih penghargaan dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV (P2HIV) yang dilaksanakan oleh Komite K3 RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep.

Pada awalnya RSUD Sumenep mendapat penghargaan P2HIV di tingkat Propinsi dari Gubernur Jawa Timur. Dan pada kali ini penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia karena dianggap suskes dalam menjalankan program P2HIV.

Pada bulan Januari 2018 yang lalu RSUD Sumenep sukses mendapatkan penghargaan di tingkat propinsi dari Gubernur Jawa Timur. Dan untuk pencapaian pengahargaan berikutnya yakni dari Program P2HIV Komite K3 RSUDMA di tingkat Nasional dari Menakertrans RI.

Dengan adanya Program P2HIV yang dimenangkan oleh Komite RSUDMA Sumenep sehingga dinyatakan berhak mengikuti tahap audit dan penilaian tingkat nasional. Sementara untuk tingkat nasional diselenggarakan pada tanggal 08 Mei 2018 yang lalu oleh pihak Kemenakertrans RI. Dan hasilnya RSUD Sumenep mendapatkan penghargaan dengan predikat SILVER.

“Saya merasa bangga dengan pencapaian ini. Apresiasi yang setingi-tingginya untuk masyarakat, karyawan RSUDMA, Komite K3 khusnya Poli VCT karena telah berhasil melaksanakan program P2HIV dengan baik,” demikian keterangan pers Direktur RSUD Sumenep, dr Fitril Akbar.

dr Fitril Akbar berharap, “dengan diraihnya penghargaan ini, kami berharap dapat memotivasi seluruh SDM RSUD Sumenep untuk terus bekerja lebih baik lagi kedepannya,” ungkapnya.

Dia juga menerangkan, bahwa eksistensi P2HIV ini merupakan program kerja dalam rangka pencegahan sekaligus menanggulangi HIV dan AIDS di tempat kerja yang pada khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

“Salah satu program kegiatannnya berupa promosi tentang HIV dan AIDS, berikut cara mencegah dan penanggulangannya. Promosi dilakukan secara langsung dengan berkelompok atau juga promosi tidak langsung melalui media massa, leaflet dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Fitri, Program P2HIV dilaksanakan oleh Komite K3 RSUDMA karena telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Juncto Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep. 68/MEN/4/2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja. Juncto Keputusan Direktur Jenderal Binwasnaker No. Kep. 44/PPK/8/2012 tentang Pemberian Penghargaan Program Pencegahan dan Penaggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja.

“Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI di Kantor Kemenakertrans Jakarta Selatan,” ungkapnya mengakhiri.

 

(Ainul/Adv)

banner 468x60
author

Author: