banner 728x90

Lonjakan Wisatawan ke Sumenep, Bandara Trunojoyo Buka Penerbangan 2 Kali Sehari

Spread the love

SUMENEP, INDEPNEWS.Com – Lonjakan wisatawan yang datang ke Sumenep, memaksa Bandar Udara (Bandara) satu-satunya yang ada di pulau garam ini, membuka layanan penerbangan 2 kali dalam sehari. Oleh karena itu tidak lepas dari semangat Pemerintah Kabupaten Sumenep yang terus melakukan pengenalan budaya dan wisata untuk menggaet wisatawan datang ke Sumenep.

Maka dari hal di tersebut Bandara Trunojoyo yang berlokasi di Desa Pabian, Kecamatan Kota, kabupaten Sumenep ini terus dilakukan pengembangan baik dari segi pelayanan maupun pengembangan fasilitas bandaranya.

Bandara yang sebelumnya hanya memiliki luas 8,3 hektar, saat ini sudah mencapai 33,57 hektar. Dengan rincian panjang runway yang sebelumnya hanya 800 meter, saat ini sudah mencapai 1.600 meter dengan lebar 30 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Sustono mengatakan, “Kami terus melakukan pembenahan terhadap Bandara Trunojoyo Sumenep,” ungkapnya pada Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, Bandara Trunojoyo yang merupakan kebanggaan masyarakat Madura, khususnya kabupaten Sumenep ini mulai digunakan oleh wisatawan.

“Alhamdulillah Bandara Trunojoyo yang dibangun sekitar tahun 1970-an ini, mulai melayani penerbangan Perintis,” jelasnya.

Sementara jalur penerbangan Sumenep menuju Surabaya atau sebaliknya Surabaya ke Sumenep, yang dibuka pada 27 September 2017 lalu dengan menggunakan Pesawat milik Wings Air jenis ATR 72-600, yang memiliki kapasitas 72 penumpang, saat ini melayani penerbangan dua kali sehari.

“Saat ini, rute penerbangan Surabaya ke Sumenep atau Sumenep ke Surabaya sudah bisa dua kali sehari,” terang Sustono.

Apalagi, Kabupaten Sumenep memang memiliki banyak destinasi wisata, seperti wisata Bahari dan wisata kesehatan. Bahkan, aroma oksigen murni dari pulau Gili Iyang sudah tercium ke ibu kota Jakarta dan bahkan mendunia yang kini menjadi icon Indonesia.

“Kami memiliki banyak destinasi wisata dan kami juga memilik wisata yang kadar oksigen nomor dua (2) terbaik di Dunia setelah Yordania,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja saat ini Sumenep sudah menjadi salah satu tujuan investasi dan wisatawan. Untuk tahun 2017 ini, totalnya ada 12 paket kunjungan wisatawan mancanegara dengan menggunakan kapal pesiar.

“Dengan adanya rute penerbangan komersil ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sumenep,” ungkapnya.

Sejak penerbangan komersial dibuka, jumlah wisatawan ke Sumenep bertambah signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai Juni 2018 kunjungan wisatawan mencapai 87 persen, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Itu saat masih penerbangan satu (1) kali sehari kunjungan naik 87 persen,” tuturnya.

Oleh karena itu, Pemkab Sumenep mengusulkan agar ada penemabahan penerbangan yakni dua (2) kali sehari dengan harapan mampu meningkatkan jumlah penumpang dan menggenjot jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumenep.

“Syukurlah, penambahan jadwal penerbangan dua (2) kali itu disetujui, dan rencananya akan dimulai pada tanggal 8 Juli 2018,” pungkasnya.

Rencananya, pada bulan Juli hingga Desember 2018, Pemkab Sumenep telah menyiapkan beragam event, diantaranya gebyar mancing internasional, festival budaya Sumenep, kirab pusaka Keraton Sumenep, festival keraton se-Asean, ngontel wisata di Pulau Oksigen dan petik laut akbar, serta festival musik tradisional Nusantara.

 

(Ainul/Red)

banner 468x60
author

Author: