banner 728x90

Kapolda Kalimantan Barat Sampaikan Orasi Ilmiah di IAIN Pontianak

Spread the love

PONTIANAK, INDEPNEWS.Com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menghadiri sidang senat terbuka wisuda VII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat itu menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 334 orang wisudawan ke VII IAIN Pontianak dari tiga fakultas yang ada di lingkungan IAIN Pontianak, dan Pascasarjana IAIN Pontianak, di antaranya adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ada pun materi orasi ilmiah ini dimaksudkan sebagai bahan referensi bagi para wisudawan IAIN Pontianak dan siapa saja yang ingin memahami strategi yang diterapkan oleh Polda Kalbar dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan menangkal radikalisme guna mendukung pembangunan daerah khusus nya di kalbar.jelas nya

“Adapun tujuannya adalah untuk membangun pemahaman tentang bagaimana menyikapi lingkungan strategi di Provinsi Kalbar serta berbagai jenis gangguan Kamtibmas,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, Sabtu, 21 Juli 2018.

Kapolda kalimantan barat ini berharap wisudawan dan pembaca lainnya memiliki semangat dan wawasan kebangsaan untuk menjadi mitra Polda Kalbar. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi terhadap berbagai jenis gangguan Kamtibmas yang bersifat radikal guna mendukung pembangunan Kalbar.

“Situasi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan internasional dan regional. Isu kebhinekaan dan toleransi tiba-tiba menjadi atensi semua pihak. Keutuhan NKRI tengah mendapat ujian melalui momentum pesta demokrasi, penegakkan hukum, serta hubungan luar negeri,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Jendral bintang dua ini pun berharap kepada  masyarakat Indonesia khususnya para netizen di media-media sosial, seperti terpolarisasi menjadi kelompok pendukung A dan kelompok pendukung B. Polarisasi ini disadari atau tidak merupakan warisan dari ajang Pilpres 2014 lalu dan sekarang mulai menghangat kembali dalam Pilkada Serentak 2018 dan persiapan Pilpres 2019. Kemudian berkembang menjadi polarisasi kelompok masyarakat yang mendukung pemerintah, dan yang tidak.

Akhir sambutan nya Kapolda  Kalbar juga menyampaikan, Situasi rumit ketika perhelatan Pemilukada seakan menjadi batu loncatan untuk melanjutkan polarisasi dukungan. Perkembangan media sosial dengan netizennya, menjadi etalase bagaimana situasi politik memberikan pengaruh kuat pada cara berpikir sebagian masyarakat Indonesia.

 

(Mia-Red)

banner 468x60
author

Author: