banner 728x90

Hari Kedua di Sulawesi Selatan, Presiden Tinjau Bendungan Paselloreng

Spread the love

WAJO, INDEPNEWS.Com – Hari kedua kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa, 3 Juli 2018, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan meninjau proyek pembangunan Bendungan Paselloreng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.

Bendungan ini adalah satu dari tiga proyek bendungan baru di Sulawesi Selatan, di mana dua bendungan lainnya yaitu Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.

Pembangunan tiga bendungan ini akan meningkatkan tampungan air sebesar 261,23 juta meter kubik, salah satunya untuk meningkatkan suplai air irigasi di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai salah satu sentra pangan nasional.

Bendungan Paselloreng sendiri mulai dibangun sejak pertengahan 2015 dan akan mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare. Kapasitas tampung maksimal bendungan yakni 138 juta meter kubik atau 9 kali lebih besar dari Bendungan Raknamo dengan kapasitas 14 juta meter kubik yang diresmikan Presiden Joko Widodo awal tahun 2018 lalu.

Bendungan Passeloreng merupakan salah satu dari 9 bendungan yang akan rampung tahun 2018, di samping Bendungan Rotiklod di NTT, Tanju, Mila dan Bintang Bano di NTB, Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Sei Gong di Batam, dan Sindang Heula di Banten.

Sebelum meninjau bendungan, Presiden terlebih dahulu melihat langsung pelaksanaan program padat karya tunai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.

Siang harinya setelah santap siang bersama, Presiden dan Ibu Iriana akan lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI-AU. Setelah itu Presiden dan Ibu Iriana akan terbang kembali ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dan diperkirakan tiba di Jakarta pada petang hari.

 

(Gumilar Abdul Latif)

banner 468x60
author

Author: 

Leave a Reply